Lonjakan Kasus COVID-19

Jepara Zona Merah dengan 2.232 Kasus Aktif, Dinkes: Penularan Cepat

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 15:59 WIB
Pantai Kartini Jepara yang ditutup, Kamis (20/5/2021).
Suasana Pantai Kartini Jepara yang ditutup, Kamis (20/5/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jepara -

Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Dinas Kesehatan Jepara menyebutkan ada sejumlah klaster COVID-19 di Jepara mulai dari keluarga hingga perusahaan.

"Yang paling banyak ada beberapa klaster rumah tangga, kedua perusahaan juga, kemudian klaster tenaga kesehatan masih. Ya di beberapa Puskesmas juga terjadi," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Eko Cahyo P saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (23/6/2021).

Dari sebaran kasus COVID-19 di Jepara per Selasa (22/6) kasus konfirmasi aktif mencapai 2.232 orang. Lalu kasus sembuh ada 9.683 orang dan meninggal dunia ada 641 orang. Secara keseluruhan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jepara mencapai 12.556 orang.

Eko menjelaskan banyaknya kasus COVID-19 di Jepara dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama karena penularan di masyarakat cukup tinggi dan kedua upaya testing yang dilakukan juga dalam jumlah banyak. Berikutnya karena masyarakat dianggap masih abai terhadap protokol kesehatan.

"Kasus aktif itu banyak kan berarti tingkat penularan itu kan masih cukup tinggi dan berhasil kita tes. Dan artinya kan dari testing cukup banyak sehingga yang terdeteksi cukup banyak," terang Eko.

"Kedua memang aspek pencegahan di masyarakat ini yang masih lemah. Artinya itu kan terjadi klaster keluarga, beberapa juga klaster di perusahaan di masyarakat, itu karena aspek pencegahannya kurang. Itu protokol kesehatan 5M-nya yang melemah seperti itu," sambung dia.

"Per hari itu bisa di atas 300-an (sampel dites), itu banyak. Swab dikirim Puskesmas 350-an, di-swab di rumah sakit itu sekitar 100 sampai 150. Belum lagi rapid antigen di klinik itu juga banyak itu. Ratusan itu (yang dites) dalam sehari," ucapnya.

Eko menambahkan Dinas Kesehatan Jepara saat ini tengah gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar taat terhadap protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

"Bisa menghentikan penyebaran COVID ini di tatanan masyarakat sendiri. Jadi masyarakat membatasi mobilitas, melaksanakan 5M, terus kegiatan masyarakat berkerumun harus dikendalikan," ungkap Eko.

"Kedua masalah vaksinasi bahwa vaksin itu aman, efektif untuk memberikan kekebalan. Untuk vaksinasi kita tetap jalan," pungkasnya.

(sip/ams)