Lonjakan Kasus COVID-19, BOR ICU di Kota Yogyakarta 86 Persen

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 15:30 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Yogyakarta -

Lonjakan kasus virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat beberapa rumah sakit rujukan penuh. Bed occupancy rate (BOR) di Kota Yogyakarta untuk non-ICU mencapai 88 persen dan ICU 86 persen.

"Dengan kondisi tersebut, bisa jadi beberapa rumah sakit sudah penuh. Tetapi rumah sakit lain belum," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi melalui pesan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Heroe menjelaskan, data tersebut merupakan data terakhir update Rabu (23/6) pagi. Soal BOR ini, menurut Heroe, angkanya dinamis karena bisa dengan cepat berubah apakah turun atau meningkat.

"Laporan terakhir kalau dilihat dari kapasitas, 86 persen ICU yang kepakai, non ICU 88 persen. Tapi data ini masih terus bergerak," jelas Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta ini.

Menurut Heroe, pihaknya sudah kembali meminta tambahan bed dari tujuh rumah sakit rujukan COVID-19 di Yogyakarta. Ketujuh rumah sakit itu adalah RS Pratama, RS Jogja, RS DKT Dr Soetarto, RS PKU Muhammadiyah, RS Bethesda, RS Panti Rapih, dan RS Siloam.

"Rumah sakit semuanya jika ditotal akan ada (tambahan) 30-an bed," ujarnya.

Sebab rumah sakit di Kota Yogyakarta juga menjadi rujukan pasien lain di DIY, lanjutnya, Heroe mengakui memang ada beberapa rumah sakit yang sudah menolak pasien COVID-19 karena penuh.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penanganan COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta Fokky Ardianto mengatakan, hasil temuan pansus saat ini dengan kapasitas bed di seluruh rumah sakit rujukan di Kota Yogyakarta ada 229 dengan tambahan 30 bed. Jumlah tersebut, pasien masih mengantre untuk masuk rumah sakit rujukan.

"Jadi sekarang pasien mengantre. Padahal kapasitas terus ditambah dari 229 ditambah 30 bed," jelas Fokky kepada wartawan.

Pansus, lanjut Fokky, telah meminta pemkot untuk berkoordinasi dengan Pemda DIY. Ini terkait dengan pembukaan rumah sakit darurat atau rumah sakit lapangan.

"Sudah kami rekomendasikan apakah akan memanfaatkan aset pemkot atau rumah sakit lapangan silakan. Yang pasti ini masalah urgen yang harus segera dicarikan solusi," ujarnya.

(rih/mbr)