BOR Pasien Corona di Kudus 88%, Ada Rumah Sakit yang Penuh!

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:39 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo, Selasa (22/6/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo, Selasa (22/6/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Dinas Kesehatan Kudus, Jawa Tengah, mencatat bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur isolasi pasien virus Corona atau COVID-19 mencapai 88 persen. Sejumlah rumah sakit bahkan ada yang penuh.

"Sekarang ada yang 100 persen hunian (keterisian pasien COVID-19), masih ada yang seperti itu. Karena masih muncul namanya kasus baru. Kalau memang terkonfirmasi dan bergejala otomatis ya harus masuk ke rumah sakit. Kecuali tanpa gejala ya isolasi mandiri. Kita upayakan untuk isolasi terpusat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo, kepada wartawan saat ditemui di Puskesmas Jati, Boyolali, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan dari rekapitulasi per Senin, 21 Juni 2021 tempat tidur (TT) pasien COVID-19 yang dirawat di rumah rata-rata persentase keterisian mencapai 88 persen. Namun untuk di RS Kumala Siwi dan RS Aisyiyah Kudus penuh terisi.

"Rata-rata persentase keterisian mencapai 88 persen," ujarnya.

"RSUD dari 191 TT terisi 176 TT, RS Islam Sunan Kudus ada 92 TT yang terisi 65 TT, RS Mardi Rahayu ada 93 TT terisi 87 TT, RS Kartika Husada dari 14 TT terisi 11 TT, dan RS Nurussyifa dari 28 TT terisi ada 18 TT," papar Badai.

Sedangkan untuk TT ICU COVID-19 persentase keterisian secara keseluruhan juga ada 88 persen. Seperti di RSUD Kudus ada 10 TT yang terisi sebanyak 8 TT, RS Islam Sunan Kudus dari 4 TT yang terisi 3 TT, di RS Mardi Rahayu Kudus dari 34 TT yang terisi 31 TT, di RS Kumala Siwi dari 3 TT sudah terisi semua, dan di RS Aisyiyah Kudus dari 8 TT juga sudah terisi semua.

Badai menyebutk, pihaknya saat ini terus berupaya untuk menambahkan TT ruangan bagi pasien COVID-19. Tetapi, kata dia, penambahan tersebut membutuhkan tenaga kesehatan hingga peralatan medis yang lebih banyak.

"Belum terlaksana mungkin mereka baru persiapan, banyak hal termasuk tenaga kesehatan, peralatan, sistem. Mereka harus siap betul. Meski sudah ada upaya," ujar dia.

Badai menambahkan, kasus sembuh dari Corona di Kudus cukup tinggi. Dia menyebut persentase kasus sembuh mencapai 75 persen, sedangkan kematian hanya 5 persen saja.

"Meninggal hanya sekitar di angka di bawah 5 persen, (yang sembuh) hampir di atas 75 persen, namun ada yang belum masih sekitar 2.000 (terkonfirmasi positif COVID-19 harian) sekian, isolasi mandiri 1.000 sekian," ungkapnya.

"Kan sebanyak itu data dari awal tingkat kesembuhan di atas 75 persen, yang sudah sembuh. Tren dibandingkan kematian lebih cepat kesembuhan," sambungnya.

(rih/ams)