Penularan Corona di Yogya Sangat Cepat, Pemkot Dorong Cek Varian Baru

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 13:35 WIB
Poster
Ilustrasi Virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Lonjakan kasus Corona atau COVID-19 di Kota Yogyakarta dinilai menyebar cepat. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta pun mengusulkan agar ada penelitian soal sampel COVID-19 di Yogyakarta.

"Kita belum bisa memastikan apakah termasuk virus barian baru atau bukan. Tapi dengan melihat kasus dan pertumbuhannya termasuk sangat cepat. Makanya, kami mendorong Dinkes untuk mengajukan whole genome sequencing (WGS) agar bisa diketahui varian baru atau tidak," kata Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Heroe pun mencontohkan kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta hari ini ada temuan 80 kasus baru sehingga mengakibatkan 811 warga menjalani perawatan dan isolasi mandiri. Selain itu pelayanan masyarakat pun terdampak gara-gara Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta harus di-lockdown karena 30 pegawainya positif Corona.

"Ini fenomena menyangkut penularan tinggi, cepat sekali. Nanti kita cari tahu apakah ini varian baru. Tapi yang kita rasakan dalam dua minggu ini peningkatan penularan COVID-19 30 persen, sebelumnya seminggu hanya 130 orang (yang terkonfirmasi positif), minggu kemarin 380 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19," papar Heroe.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, total yang terkonfirmasi positif COVID-19 sampai 21 Juni 2021 sebanyak 7.897 kasus. dari jumlah tersebut 6.736 di antaranya sembuh, 350 kasus meninggal dunia, dan yang menjalani isolasi sebanyak 811 kasus.

Heroe menyatakan saat ini shelter di Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo terisi sebanyak 90 persen dari total kapasitas 84 orang. Pihaknya juga akan terus menambah shelter hingga di tingkat RW dan kampung.

Pesan Sultan HB X Sapa Aruh

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan demi mengantisipasi penularan virus Corona. Menurut Sultan regulasi setegas apapun jika masyarakat masih abai akan sia-sia.

"Tak dapat dipungkiri, masyarakat lah yang menjadi subjek pencegahan meluasnya pandemi. Sebaik dan sekuat apa pun regulasi hanya akan menjadi aji godhong aking, tak berarti bagai daun kering, jika diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati," kata Sultan saat Sapa Aruh di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kantor Gubernur DIY, Yogyakarta, Selasa (22/6/2021).

Sultan menyebut lonjakan kasus Corona menjadi tak terkendali karena masyarakat abai protokol kesehatan. Dia pun mengajak semua pihak untuk berada di rumah.

"Kita harus lila legawa, dengan menyadari sedikit kelengahan bisa memperparah dampak pagebluk (pandemi) ini," katanya.

"Stay at home, tetap tinggal di rumah, menjadi pilihan terbaik saat ini," tutur Sultan.

Tonton video 'Kasus COVID-19 Melonjak, Sultan: Penerapan PPKM Mikro Belum Maksimal':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)