94 Karyawan Kena Corona, Pabrik Sepatu di Karanganyar Lockdown

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 19:03 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Karanganyar -

Pabrik sepatu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, ditutup sementara usai 94 karyawannya dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Penutupan itu berlangsung selama 10 hari.

"Benar, ada 94 karyawan yang dinyatakan positif," ujar Kepala Desa Jaten, Hargo Satata, saat dihubungi wartawan, Senin (21/6/2021).

Hargo menyebut klaster Corona di pabrik sepatu yang berada di desanya ini bermula saat ada seorang karyawan pabrik mengeluhkan sakit. Dari hasil swab, karyawan tersebut dinyatakan positif Corona.

"Akhirnya di perusahaan ini, seluruh karyawan di bagian itu di-swab, ternyata banyak yang positif. Terus dilanjutkan semuanya (karyawan pabrik) di-swab antigen, hasilnya 94 orang positif," jelas Hargo.

Dari 94 karyawan yang positif Corona, lanjutnya, berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar bahkan Sukoharjo. Sementara dari pendataan pihak desa, ada 11 karyawan yang saat ini melakukan isolasi mandiri di indekosnya.

"Kalau lingkungan sekitar kita fokus ke yang indekos di sekitar pabrik, ada 11 orang. Yang lain dilaju, sehingga saat ini pulang ke rumah masing-masing. Semuanya tidak bergejala jadi isolasi mandiri," kata dia.

Hargo mengatakan dengan temuan kasus Corona ini, pihak perusahaan akhirnya meliburkan seluruh karyawannya. Pabrik tersebut ditutup sementara selama 10 hari.

"Pabrik lockdown, saat ini libur. Cuma petugas-petugas tertentu saja yang tidak bisa libur memang kita izinkan masuk, tapi seluruh karyawan libur. Ini sudah ditutup lima hari sejak temuan kasus yang pertama," ungkapnya.

Ditemui secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati, membenarkan kasus di pabrik sepatu tersebut. Pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekan untuk memastikan data para karyawan yang positif Corona untuk memudahkan tracing petugas.

"Kami sedang meminta Puskesmas untuk menindaklanjuti data by name dan by address yang terkonfirmasi itu siapa saja," ujar Purwati.

(sip/rih)