Ruang Isolasi Corona di Hotel Borobudur Kota Magelang Penuh!

Eko Susanto - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 13:49 WIB
Suasana di Hotel Safira yang menjadi tempat isolasi terpusat pasien OTG Kota Magelang, Senin (21/6/2021).
Suasana di Hotel Safira yang menjadi tempat isolasi terpusat pasien OTG Kota Magelang, Senin (21/6/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Ruang isolasi Corona atau COVID-19 di Hotel Borobudur, Kota Magelang, Jawa Tengah kini telah penuh. Pemkot Magelang kini membuka ruang isolasi tambahan di Hotel Safira.

"Ya memang karena kejadian positif (Corona) itu banyak sehingga tidak menampung, Hotel Borobudur sudah penuh. Sehingga Pemerintah Kota Magelang membuka isolasi terpusatnya di Hotel Safira," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Intan Suryahati kepada wartawan di kantornya, Magelang, Senin (21/6/2021).

Hotel Safira mulai dipakai sebagai isolasi Corona terpusat di Kota Magelang sejak Minggu (20/6). Untuk saat ini sudah ada 17 orang positif Corona yang menjalani isolasi di sana.

"Mulai hari Minggu jam 14.00 WIB, sudah ada 17, ya OTG (orang tanpa gejala). Borobudur sudah penuh 73 orang," lanjutnya.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, menambahkan Hotel Safira kini ditutup untuk umum. Hotel 3 lantai itu seluruhnya difungsikan untuk isolasi terpusat COVID-19.

Pemkot Magelang juga memberi penjagaan pada hotel itu selama 24 jam.

"Kami terjunkan Linmas enam personel, tenaga kesehatan dan dokter puskesmas yang akan memantau," ujar Joko.

"Tim juga memperhatikan asupan makanan, harus makan tiga kali sehari. Tidak usah khawatir, karena biayanya sudah ditanggung APBD Kota Magelang," tutup dia.

Dalam kesempatan yang sama, Intan juga sempat memaparkan kondisi klaster gathering mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang. Hingga saat ini jumlah kasus positif Corona dari klaster itu mencapai 57 orang.

Saat ditanya wartawan soal klaster lain di Kota Magelang, Intan mengungkap Untidar masih satu-satunya klaster besar di wilayahnya.

"Nggak ada, yang besar Untidar," tutur Intan.

(sip/ams)