Makin Mengkhawatirkan, Pemakaman Protokol COVID-19 di Klaten Pecah Rekor

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 09:43 WIB
Pemakaman aktivis lingkungan Arif Fuad Hidayat di Klaten
Pemakaman aktivis lingkungan Arif Fuad Hidayat di Klaten. (Foto: Istimewa)
Klaten -

Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan COVID 19 di Klaten memecah rekor tertinggi. Dalam sehari jenazah yang dikubur mencapai 20 orang.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya selama masa pandemi. Hari Minggu (20/6) sehari kita tangani 20 jenazah, " ungkap koordinator pemakaman posko dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Sasongko Agung Wibowo kepada detikcom, Senin (21/6/2021) pagi.

Agung mengatakan kenaikan jumlah kematian yang dimakamkan sesuai protokol terjadi sejak sepekan terakhir. Hari Jumat sehari sampai 15 jenazah. "Hari Jumat (18/6) lalu kita tangani 15 jenazah, Sabtu (19/6) ada 11 jenazah dan Minggu 20 jenazah. Padahal sebelumnya paling 6-8 jenazah saja," lanjut Agung.

Kenaikan itu, ujar Agung, sejalan dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif COVID-19. Baik di wilayah Kabupaten Klaten atau daerah lainnya. "Karena peningkatan kasus di Klaten dan daerah lain juga naik. Kami tidak hanya menangani jenazah di Klaten tapi juga kiriman daerah lain," papar Agung.

Dari jumlah itu, imbuh Agung, jenazah ada yang dari RS atau meninggal di rumah. Dari jumlah itu selama ini mayoritas terkonfirmasi. "Mayoritas terkonfirmasi COVID-19 meskipun hasilnya kadang belakangan. Sejauh ini tim dukungan tidak ada kendala, instruksi Satgas bisa kita laksanakan," sambung Agung.

Hari Minggu, sebut Agung, yang ditangani cukup bervariasi. Ada warga biasa, ada aktivis lingkungan Arif Fuad Hidayah dan terakhir adalah dalang wayang kulit kenamaan asal Klaten, Ki Tomo Pandoyo.

"Jenazah dalang Ki Tomo Pandoyo pemakaman juga protokol kesehatan," pungkas Agung.

Komandan SAR Klaten, Irwan Santosa yang juga Tim teknis pemakaman posko dukungan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 mengatakan kenaikan kasus kematian yang Dimakamkan protokol kesehatan berbeda dari tahun lalu. Kali ini terjadi bulan Juni.

"Beda dengan tahun lalu. Tahun lalu kenaikan terjadi akhir tahun sekitar bulan Oktober-November, tapi tahun ini mulai Juni," ungkap Irwan kepada detikcom.

Menurut Irwan, sejauh ini kendala personel tim tidak ada. Logistik masih mencukupi dan relawan penanganan pemakaman masih cukup jumlahnya.

"Relawan tidak ada kendala, kita masih cukup tenaga karena makin banyak yang peduli. Meskipun tanpa dibayar, teman - teman niatnya mengabdi demi kemanusiaan," pungkas Irwan.

Simak juga 'Pemkab Subang Siapkan Lahan untuk Pemakaman Jenazah Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)