Kasus Corona di Rembang Tertinggi Selama Pandemi, Ruang Isolasi RS Penuh!

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 08:02 WIB
RSUD dr R Soetrasno Rembang
Foto: RSUD dr R Soetrasno Rembang (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Lonjakan kasus COVID-19 atau virus Corona di Kabupaten Rembang terasa sangat tajam, Angka aktif mencapai 674 kasus. Jumlah ini menjadi yang terbesar selama pandemi COVID-19 terjadi di Kabupaten Rembang dari Maret 2020 hingga saat ini.

Berdasarkan laman resmi covid19.rembang.go.id tercatat kasus aktif di Rembang sebanyak 674 kasus. Dengan rincian 216 kasus simtomatik, dan 458 kasus asimtomatik. Data ini diupdate terakhir pada Minggu (20/6) pukul 16.00 WIB.

Humas satgas COVID-19 Rembang, Arief Dwi Sulistya membenarkan bahwa jumlah kasus aktif saat ini merupakan yang terbanyak sepanjang masa pandemi. Hingga saat ini pun tren kasus terus mengalami kenaikan.

"Iya betul (kasus aktif hari ini tembus rekor terbanyak selama masa pandemi)," kata dia dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (21/6/2021).

Tren kasus COVID-19 yang terus meningkat belakangan ini di Kabupaten Rembang pun sempat membuat kapasitas tempat tidur ruang perawatan isolasi corona, penuh pada hari Sabtu (19/6). Imbasnya, pasien COVID-19 sempat harus mengantre untuk mendapatkan ruang perawatan.

Kepala seksi informasi RSUD dr R Soetrasno Rembang, Tabah Tohamik menyebut, RS milik pemerintah tersebut memiliki kapasitas 181 tempat tidur ruang isolasi COVID-19. Namun, beruntung di hari yang sama ada pasien yang pulang, sehingga dapat langsung digunakan oleh pasien yang mengantre.

"Kapasitas 181, tadi pagi full. Akibatnya ada pasien yang memang harus mengantre. Kemudian alhamdulillah, sore ada pasien yang sudah selesai perawatan pulang, langsung dipakai kamar tersebut," kata Tabah, hari Sabtu lalu.

Hal yang sama terjadi di RS Bhina Bhakti Husada. Kapasitas ruang isolasi yang mampu menampung sebanyak 24 pasien, dinyatakan penuh pada Sabtu (19/6). Meski demikian, ia memastikan pihaknya akan terus melayani pasien yang datang dan mengupayakan pengadaan ruang baru.

"Persediaan bed di ruang isolasi sudah penuh. Meski demikian kami himbau masyarakat yang membutuhkan pelayanan di sini tidak perlu takut. Sudah ada prosedur ketat pembedaan antara pasien COVID dan non-COVID. Sedang kita diskusikan secara internal (penambahan kapasitas). Kalau terealisasi, pasti akan kami sampaikan tembusannya kepada Dinas Kesehatan setempat," kata Jatnika Utama, Humas Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada.

Simak video 'Menurunnya Kesadaran Masyarakat Berakibat Faskes Indonesia Diprediksi Kolaps':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)