Kawasan Ngupit di Klaten: Tenar Namanya Tapi Tak Ada Daerahnya, Kok Bisa?

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 12:47 WIB
Kawasan Ngupit di Klaten
(Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga Kabupaten Klaten umumnya mengenal nama Ngupit sebagai wilayah di sekitar Kecamatan Ngawen dan Klaten Utara. Namun daerah yang terkenal sebagai pusat ekonomi dan jalur alternatif provinsi itu ternyata tidak memiliki status administrasi.

"Meskipun dikenal luas dengan pasarnya dan tempat khitan sejak lama tapi Ngupit itu hanya sebutan. Nama desa atau dusun Ngupit itu tidak ada di pemerintahan," jelas Kades Ngawen, Kecamatan Ngawen, Sofik Ujianto, kepada detikcom, Minggu (20/6/2021).

Sofik juga mengaku tidak paham dengan fenomena itu. Di semua wilayah kecamatan Ngawen tidak ada desa dan dusun bernama Ngupit. "Se kecamatan itu tidak ada nama Ngupit secara resmi. Tapi yang disebut Ngupit itu hanya sekitar Desa Ngawen dan Kahuman, padahal di Desa Ngawen dan Kahuman juga tidak ada dusun bernama Ngupit," lanjut Sofik.

Bagi warga dua desa itu, ungkap Sofik, yang disebut Ngupit adalah nama untuk pasar. Tapi pasar yang disebut Pasar Ngupit itu resminya juga bukan bernama Ngupit. "Pasar dikenal sebagai Pasar Ngupit. Padahal nama resminya pasar itu adalah Pasar Totogan, konon Pasar Ngupit asli sudah hilang dan sekarang jadi balai desa saya ini," kata Sofik.

detikcom mencoba mengkonfirmasi ke pemerintah desa Kahuman, Kecamatan Ngawen. Kadus I Desa Kahuman, Ridwan menegaskan Ngupit itu bukan nama apapun, apalagi desa atau dusun. "Saya asli sini. Tidak ada dusun atau desa sekitar sini namanya Ngupit. Ngupit itu cuma sebutan wilayah sini," papar Ridwan, kepada detikcom di balai desa.

Daerah yang disebut Ngupit, jelas Ridwan, meliputi radius satu kilometer dari pasar Totogan. Sebutan itu bisa meliputi beberapa desa di dua kecamatan. Mulai Desa Ngawen, Kahuman, Senden, sampai Mranggen di Kecamatan Jatinom, Klaten.

Kawasan Ngupit di KlatenKawasan Ngupit di Klaten Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Akibat tidak ada secara administratif tapi terkenal itu, imbuh Ridwan sering ada orang kebingungan mencari alamat. "Kadang ada orang bingung mencari alamat di Ngupit. Padahal Ngupit itu tidak ada, tapi kalau ada detailnya akhirnya ketemu," kata Ridwan.

Nama Ngupit itu muncul, sebut Ridwan, kemungkinan terkait dengan sebuah prasasti dari masa Mataram kuno yang menyebut desa Upit dibaca Ngupit.

"Sejak dulu ada nama Ngupit sebab ada prasasti kuno menyebutkan nama desa Upit, prasasti Upit," terang Ridwan.

Indah, pedagang Pasar Totogan mengaku bingung jika ditanya nama Ngupit. Desa, dusun dan pasar tidak ada yang namanya Ngupit.

"Tidak ada yang namanya Ngupit. Pasar ini juga namanya Pasar Totogan tapi dikenalnya juga pasar Ngupit, desa sekitar sini namanya Ngupit semua terkenalnya," ujar Indah kepada detikcom.

detikcom yang mencoba mencari dusun dan desa Ngupit tidak menemukan. Tapi meskipun tidak ada, Pemerintah provinsi menggunakan nama Ngupit untuk rambu jalan. Selain rambu hampir semua toko, dan spanduk mencantumkan nama Ngupit di papan. Di tepi jalur provinsi ramai itu juga ada tulisan besar Ngupit Regency di pagar tembok.

Tonton juga Video: Unik! Desa Jonggrangan di Klaten Puluhan Warganya Orang Kembar

[Gambas:Video 20detik]




(mbr/mbr)