Corona Menggila, Menko Airlangga Minta Daerah Perketat PPKM Mikro

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 16:26 WIB
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto (Foto: Screenshoot/detikcom)
Yogyakarta -

Melonjaknya kasus positif virus Corona atau COVID-19 di beberapa provinsi belum membuat pemerintah berencana menerapkan lockdown atau karantina wilayah. Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto meminta daerah zona merah untuk memperketat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Sekarang sih kan sudah ada PPKM. Kalau di daerah zona merah itu PPKM per wilayah. Jadi wilayahnya kalau daerah merah sudah jelas," kata Airlangga diwawancarai wartawan usai peresmian Rumah Kreatif BUMN BRI di Sagan, Kemantren Gondokusuman, Yogyakarta, Sabtu (18/6/2021).

Airlangga menjelaskan, di peraturan PPKM Mikro sudah sangat jelas. Daerah zona merah work from home (WFH) 75 persen. Begitu pun ibadah, hanya boleh beribadah di rumah.

"Jadi wilayahnya kalau daerah merah sudah jelas, maka work from home (WFH) 75 persen di daerah merah. Sudah ada izin dari Menteri Agama beribadah dari rumah," jelasnya.

Begitu pun dengan penerapan sekolah. Di dalam PPKM Mikro, lanjut Airlangga, bagi yang berada di zona merah, dilarang sekolah tatap muka.

"Demikian pula di daerah merah sekolah secara daring," katanya.

Airlangga menegaskan, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 tersebut, yang perlu dilakukan pemerintah daerah hanya memperketat implementasi peraturan.

"Jadi dengan PPKM mikro itu kita tebalkan, perketat saja peraturan itu," katanya.

Ia menjelaskan, memperketat PPKM dengan memperketat pengunjung di pusat perbelanjaan, kafe, dan tempat wisatawan. Maksimal harus sesuai dengan peraturan PPKM Mikro yakni 50 persen dari daya tampung.

"Dan juga ditempat-tempat mal atau kafe itu dijaga betul-betul 50 persen dan juga didorong aja untuk take away, Jam 21.00 semua sudah harus tutup," katanya.

Saat ditanya apakah akan menerapkan lockdown atau karantina wilayah, Airlangga menolak menjawab.

"Namanya PPKM Mikro," katanya.

(rih/rih)