Puluhan Karyawan Pabrik Garmen di Brebes Positif Antigen

Imam Suripto - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 15:52 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on  COVID-19
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Brebes -

Sebanyak 20 karyawan pabrik garmen di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, positif saat menjalani tes antigen virus Corona atau COVID-19. Para karyawan tersebut kini menjalani isolasi.

Puluhan orang yang dinyatakan positif antigen itu adalah karyawan PT Daehan Global, sebuah pabrik garmen yang berada di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

"Para karyawan yang positif ada 20 orang. Mereka itu diperiksa saat menjalani general check up untuk perpanjangan kontrak kerja," kata Legal PT Daehan Global, Nanang, saat dihubungi, Sabtu (19/6/2021).

Selain karyawan, tim medis klinik perusahaan juga mendeteksi 28 orang calon karyawan yang positif setelah diperiksa dengan metode rapid antigen.

"Ada pula calon karyawan yang positif setelah dirapid antigen. Jumlahnya 28 orang," jelas Nanang.

Nanang menyebutkan, semua karyawan yang dinyatakan positif saat ini tidak dipekerjakan. Mereka diminta melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Sementara, pihak perusahaan langsung melakukan penyemprotan disinfektan dan memperketat protokol kesehatan terhadap karyawan untuk mencegah penularan yang lebih luas.

"Mereka saat ini tidak dipekerjakan dan dipulangkan ke rumah. Mereka melakukan isolasi," ujarnya.

Sementara aktivitas di pabrik tetap berjalan seperti biasa. Setiap buruh diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Brebes, Imam Budi Santoso, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi adanya karyawan pabrik yang positif antigen tersebut. Namun, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas yang berada di sekitar PT Daehan Global untuk menindaklanjuti persoalan ini.

"Belum ada laporan sampai sekarang. Barangkali laporannya ke puskesmas terdekat. Nanti kami koordinasi dengan puskesmas," kata Imam.

(rih/rih)