Corona Ngegas, Pembelajaran Tatap Muka SD-SMA di Yogya Ditunda

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 14:52 WIB
13-year-old student Chaimaa Talaaloute wears a face mask in the classroom at Mansour Eddahbi College in the Derb El Kabir district of the AL Fida prefecture in Casablanca, Morocco, on Monday, Oct. 5, 2020. Today it is the start of the school year in Casablanca, with a delayed start due to the COVID-19 pandemic. (AP Photo/Abdeljalil Bounhar)
Ilustrasi sekolah tatap muka. Foto: AP/Abdeljalil Bounhar
Yogyakarta -

Rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 12 Juli mendatang saat tahun ajaran baru resmi ditunda gegara kenaikan kasus virus Corona. Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menegaskan penundaan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami sudah koordinasi dengan kabupaten, kota di DIY untuk menunda tatap muka. Dari mulai SD sampai kuliah, kami minta tatap mukanya SD, SMP, dan SMA ditunda terlebih dahulu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat diwawancarai wartawan, Sabtu (19/6/2021).

Aji menjelaskan, sangat berisiko jika sekolah tatap muka tetap dipaksakan digelar. Sebab, angka kasus positif tiap hari di DIY sangat tinggi.

"Lebih baik memang ditunda terlebih dahulu. Sampai terkendali," katanya.

Penundaan PTM atau sekolah tatap muka, lanjut Aji, berlangsung sampai sudah ada penurunan kasus positif Corona. Oleh karena itu, Aji mengimbau kepada seluruh orang tua siswa untuk bersabar mengingat penularan di DIY tak terkendali.

"Sampai turun nanti kami kaji lagi untuk pembukaan tatap muka. Yang jelas indikasi saat ini tidak mendukung untuk tatap muka. Jika tetap dipaksakan membahayakan semua pihak, baik siswa, guru dan orang tua," jelasnya.

Selain terhadap pemkot dan pemkab di DIY, kata Aji, pemda sudah berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi. Pemda meminta kuliah selama kasus positif tinggi untuk tidak dilakukan dalam bentuk apa pun.

"Perguruan tinggi sebenarnya juga tidak masuk rencana PTM Juli nanti. Karena butuh lebih banyak persiapan. Tapi, dengan kondisi saat ini, perguruan tinggi bisa mempersiapkan PTM," katanya.

Persiapan khusus untuk SD sampai SMA, menurut dia, sebenarnya sudah dilakukan. Termasuk vaksinasi guru meski ada yang tertunda.

"Tertunda lebih karena kondisi mereka yang belum memungkinkan di vaksin. Ada yang tekanan darah tinggi, dan lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan, untuk pembelajaran tatap muka resmi ditunda. Rencana 12 Juli mulai PTM di semua jenjang SD, SMP, SMA ditunda sampai kondisi memungkinkan.

"Semua pembelajaran akan jarak jauh (PJJ). Kami sudah meminta sekolah dan guru untuk mempersiapkan metode pengajarannya. Apakah dengan tugas atau online, kami persilakan masing-masing guru," kata Didik.

Simak video 'PPKM Mikro Tak Lagi Efektif, Sri Sultan HB Siap Terapkan Lockdown':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)