BOR RS Rujukan Corona di Kulon Progo Capai 90 Persen

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 14:24 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi kasus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Kulon Progo -

Keterisian kamar atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan pasien virus Corona atau COVID-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah melampaui batas ideal. Hingga Jumat (18/6) tercatat persentase BOR sudah mencapai 90 persen.

"Per kemarin pukul 12.00 WIB, BOR di dua rumah sakit rujukan kita yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo sudah 90 persen," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/6/2021).

Baning mengatakan di RSUD Wates dari total kapasitas 30 kamar telah terisi 25 atau menyisakan 5 kamar kosong. Adapun antrean IGD di rumah sakit ini sebanyak 8. Sementara di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo dari total 10 kamar, semuanya telah terisi, dan ada antrean IGD sebanyak 1.

"Sebagai catatan, situasi ini berlaku sementara, artinya bisa berubah sewaktu-waktu," ucapnya.

Sebelumnya, Baning menjelaskan bahwa standar BOR yang baik berada di angka kurang dari 75 persen. Karena itu dengan kondisi saat ini pihaknya menyatakan khawatir apabila di kemudian hari terjadi peningkatan kasus, ada kemungkinan RS rujukan tak lagi mampu menampung pasien Corona.

"Ini sudah mengkhawatirkan, kemungkinan nanti kalau ada penambahan kasus sedikit saja, sudah tidak tertampung," ujarnya.

Di sisi lain, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo terus meningkat. Pada Jumat (18/6) ada penambahan kasus baru sebanyak 52. Adapun akumulasi kasus positif di Kulon Progo sebanyak 6.789, dengan rincian 85 masih menjalani isolasi di rumah sakit, 672 isolasi mandiri, 5.367 selesai isolasi, 533 sembuh dan 132 meninggal dunia.

"Dengan terus adanya penambahan ini, kami berharap masyarakat Kulon Progo tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," imbuh Baning.

Sementara itu, RSUD Wates berencana menambah kapasitas kamar isolasi pasien Corona sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya BOR.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Wates, Lies Indriyani, mengatakan kapasitas ruang perawatan bagi pasien Corona di RSUD Wates hampir penuh. Dari total 30, sebanyak 27 di antaranya telah terisi, sehingga hanya menyisakan 3 yang kosong. Adapun untuk antrean di IGD kekinian sebanyak 8.

Di sisi lain terjadi peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kulon Progo. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien baru. Karena itu pihaknya berencana menambah kapasitas kamar tidur di ruang isolasi.

"Rencananya kami akan tambah 1 ruangan dengan kapasitas 7 tempat tidur, ini untuk jangka pendek. Selanjutnya kami merenovasi 2 bangsal dengan total kapasitas 16 kamar tidur," kata Lies saat dihubungi detikcom hari ini.

Apabila kondisi mendesak, pihaknya akan kembali menambah 1 ruangan dengan kapasitas 8 tempat tidur. Selain itu juga membuka ruangan baru untuk transit pasien IGD yang sedang nunggu hasil swab PCR.

Kendati begitu, Lies memberi catatan bahwa rencana penambahan ruang baru dan kapasitas bed ini masih dalam proses pembahasan internal. Langkah ini tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu singkat karena masih harus memperhatikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk mengurus ruang baru tersebut.

(rih/rih)