Boyolali Krisis Tempat Tidur Pasien Corona! Dinkes Siapkan RS Darurat

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 17:06 WIB
Ada foto :

Dinas Kesehatan Jateng dan Boyolali mengecek kelengakapan RSU Islam Boyolali sebagai rumah sakit darurat COVID-19, Jumat (18/6/2021).
Dinas Kesehatan Jateng dan Boyolali mengecek kelengakapan RSU Islam Boyolali sebagai rumah sakit darurat COVID-19, Jumat (18/6/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Bed occupancy rate (BOR) atau tingkat kerisian tempat tidur pasien virus Corona atau COVID-19 di rumah sakit rujukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, saat ini mencapai 79 persen. Pemkab Boyolali menyiapkan rumah sakit darurat (RSD) untuk menampung pasien Corona yang mengalami gejala sedang hingga berat.

Tempat yang disiapkan sebagai RSD COVID-19 yakni RSU Islam Boyolali yang saat ini belum beroperasi. Namun, rumah sakit baru di Jalan Boyolali-Jatinom, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, tersebut sudah siap untuk ditempati.

"Boyolali ini mengalami krisis tempat tidur rawat inap untuk penderita COVID-19, maka di RSU Islam Boyolali untuk sementara nanti akan diberikan izin sebagai rumah sakit darurat COVID, sambil berproses untuk izin operasional sebagai rumah sakit umum," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, di sela-sela mengunjungi RSU Islam Boyolali bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, RSU Islam Boyolali merupakan rumah sakit tipe C. Sehingga izin operasional dikeluarkan oleh Pemprov Jateng. Izin operasional tersebut saat ini sedang berproses.

"Nah dalam perjalanannya nanti yang dilayani terlebih dahulu, itu untuk pasien-pasien COVID. Nanti kalau sudah resmi keluar izin operasional sebagai rumah sakit umum, baru pasien umum bisa dilayani," jelasnya.

Lina, sapaannya, mengungkapkan bahwa kondisi BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Boyolali saat ini di angka 79 persen dari semua total kapasitas tempat tidur. Angka 79 persen tersebut di atas standar.

"Di atas warning, karena untuk batas maksimalnya itu menurut standar PPKM, BOR itu tidak boleh lebih dari 75 persen. Hari kemarin Boyolali masih di angka 69 persen, namun hari ini sudah 79 persen. Artinya lonjakan pasien COVID itu ternyata luar biasa sekali," ungkap Lina.

Sedangkan jumlah kasus baru Corona di Boyolali hari ini ada bertambah 184. Sedangkan total kasus aktif saat ini pun lebih dari 912 orang. Dengan rincian 184 dirawat dan 728 orang menjalani isolasi mandiri.

"Peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir ini memang meningkat tajam, rata-rata hampir di atas 80 untuk penambahan kasus per hari, bahkan pernah 150, 160," urai Lina.

Dengan demikian, hingga hari ini jumlah kasus Corona di Boyolali selama ini sejumlah 9.097. Sebanyak 7.807 selesai isolasi atau dinyatakan sembuh, 378 orang meninggal dan 912 orang dalam perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

"Boyolali hari ini masih dalam zona risiko sedang," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan (PKR) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Atin Suhesti, mengatakan bahwa sesuai arahan Gubernur Jateng, untuk mengatasi masalah Corona di Jawa Tengah bisa dilakukan oleh masing-masing kabupaten/kota.

"Salah satunya di Kabupaten Boyolali ini, memang dipersiapkan adanya rumah sakit darurat untuk membantu menyelesaikan masalah COVID yang sudah melonjak di masing-masing rumah sakit yang ada sekarang, dengan keterisian BOR-nya sudah lebih dari 60 persen. Standarnya kan 60 persen, kalau sudah melebihi dari itu berarti sudah mulai kita warning untuk persiapan strategi penambahan TT (tempat tidur) di masing-masing rumah sakit," kata Atin.

"Karena RSI ini juga baru dan diharapkan bisa segera membantu untuk penambahan TT yang ada di Kabupaten Boyolali. Sesegera mungkin (operasional)," imbuh Atin.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...