Buntut Kisruh Pemecatan PR, Persis Solo Lapor ke Polisi

Ari Purnomo - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 16:18 WIB
Kuasa hukum PT Persis Solo, Badrus Zaman menunjukkan surat laporan polisi soal dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan eks PR berinisial MK, Jumat (18/6/2021).
Kuasa hukum PT Persis Solo, Badrus Zaman menunjukkan surat laporan polisi soal dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan eks PR berinisial MK (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Kisruh klaim pemecatan mantan public relation (PR) PT Persis Solo berinisial MK (16) dengan pihak manajemen berbuntut laporan ke polisi. MK kini dilaporkan pencemaran nama baik usai menggelar jumpa pers terkait pemecatan secara lisan oleh HRD Persis Solo Galih Padhu Prasasti.

Laporan ke MK dengan tuduhan melanggar Undang-Undang Informasi Elektronik (ITE) itu diterima Polresta Solo dengan nomor register STBP/358/VI/2021/Reskrim. MK lewat pernyataan soal klaim pemecatan lisan itu dinilai telah mencemarkan nama baik Persis Solo.

"Yang melaporkan adalah HRD PT Persis Solo, Ibu Galih Padhu Prasasti mewakili Persis Solo. Kami melaporkan mengenai UU ITE, MK berkomentar di konferensi pers beberapa kali, jelas bisa mencemarkan nama baik Persis," kata kuasa hukum Galih, Badrus Zaman kepada wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (18/6/2021).

Badrus menyebut permasalahan antara MK dengan manajemen Persis bukan soal pemecatan. Dia lalu meluruskan persoalan itu terkait dengan berakhirnya masa percobaan kerja MK sehingga berhentinya kerja sama.

"Dia menyatakan bahwa dia sebagai bagian dari Persis, sebenarnya dia masih masa percobaan. Kalau sudah tidak digunakan wajar-wajar saja perusahaan tidak menggunakan lagi, bisa juga kinerjanya tidak baik," terang Badrus.

Di lokasi yang sama, HRD PT Persis Solo sekaligus pihak pelapor, Galih Padhu Prasasti mengatakan, laporan yang dilakukan sudah berkoordinasi dengan manajemen Persis termasuk para pemiliknya, seperti Kevin Nugroho dan juga Kaesang Pangarep.

"Ini mewakili Persis, karena merasa persis dirugikan karena hal itu. Koordinasi, sudah dilakukan semuanya dan semua sudah sepakat memilih Pak Badrus, sebagai kuasa hukum," tutur Galih.

Galih mengaku dirugikan dengan pernyataan MK tersebut. "Kita baru berkembang baru berproses, nama kita bisa dirugikan di media sosial," ucapnya.

Pihak MK Angkat Bicara soal Tudingan Pencemaran Nama Baik

Terpisah, kuasa hukum MK, M Taufiq mengaku tidak gentar dengan tudingan pencemaran nama baik oleh Persis Solo itu.

"Saya tidak gentar, yang melaporkan itu suruh baca buku saya dulu UU ITE bukan UU subversif. Di sini juga saya luruskan bahwa itu mengadukan bukan melapor, karena itu delik aduan," kata Taufiq.

Taufiq menilai langkah yang diambil oleh pihak Persis Solo sudah terlambat. Mengingat, kasus ini sudah berjalan lama dan baru dilaporkan sekarang ini.

"Langkah mereka sudah telat, tidak masalah, tidak perlu persiapan khusus. Kita hadapi dengan dingin dengan senyum itu kebakaran brewok," pungkasnya.

(ams/mbr)