Kasus Corona Klaster Desa Manduraga Purbalingga Tambah Jadi 30

Vandi Romadhon - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 15:09 WIB
Tes swab antigen dan PCR kepada 28 orang yang merupakan kontak erat kasus Corona di Balai Desa Manduraga, Purbalingga, Jumat (18/6/2021).
Tes swab antigen dan PCR kepada 28 orang yang merupakan kontak erat kasus Corona di Balai Desa Manduraga, Purbalingga, Jumat (18/6/2021). (Foto: Vandi Romadhon/detikcom)
Purbalingga -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, bertambah 10 menjadi total 30 hari ini. Berikut rincian datanya.

"Saat ini total 30 orang yang dinyatakan positif baik dari PCR maupun swab antigen. Dari 20 kemarin, ditambah 3 yang melakukan swab mandiri tadi malam dan 7 dari hasil swab antigen hari ini di balai desa," ujar Kepala Desa Manduraga, Hardizon, kepada wartawan di kantornya, Jumat (18/6/2021).

Hardizon mengungkap 13 orang yang dinyatakan positif menjalani perawatan di lima rumah sakit yang berbeda. Sedangkan 17 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Dari 13 orang yang dirawat 6 menjalani perawatan di RS Banyumas, 3 di RS DKT, 2 di RS Nirmala, 1 di RS Harapan Ibu, dan tadi yang baru dijemput dirawat di RS AT TIN," urainya.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil PCR dari 18 warga lainnya yang sudah menjalani tes empat hari yang lalu. Selanjutnya, ada 16 warga lain yang menjalani tes PCR hari ini.

"Mudah-mudahan hasilnya negatif dan kami berharap warga yang saat ini menjalani isolasi mandiri betul-betul dapat disiplin untuk tidak keluar dari rumah terlebih dahulu," ujar Hardizon.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dr Hanung Wikantono mengatakan kasus yang terjadi di Desa Manduraga sudah bisa disebut klaster. Sebab jumlah yang terpapar cukup banyak dan berkumpul di satu lokasi yang cukup berdekatan.

"Ya bisa disebut klaster, klaster Manduraga," kata dia saat dihubungi detikcom, hari ini.

Desa Manduraga Purbalingga Lockdown

Diberitakan sebelumnya, Desa Manduraga ini telah menerapkan lockdown mulai Rabu (16/6) malam.

Hardizon menambahkan, saat ini tiga jalur masuk desa itu ditutup total. Sementara satu jalur pintu masuk utama diterapkan kebijakan buka tutup dengan penjagaan untuk mencegah warga dari luar daerah masuk ke wilayah desanya.

"Saat ini kami tutup total tiga jalur masuk, hanya satu jalur yang kami terapkan sistem buka tutup dengan penjagaan dari satgas COVID-19 desa, selain itu pasar desa juga kami tutup," katanya, kemarin.

(sip/rih)