Ketua DPRD Bantul dan Istri Positif COVID-19

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 14:14 WIB
Kantor DPRD Kabupaten Bantul
Kantor DPRD Kabupaten Bantul (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Ketua DPRD Kabupaten Bantul Hanung Raharjo terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Hanung meminta orang-orang yang melakukan kontak erat dengannya untuk memeriksakan kesehatan jika bergejala, sedangkan kegiatan di kantor DPRD tetap berjalan.

"Iya, sesuai hasil swab positif (COVID-19) dan tadi sudah dapat notifikasi via WA (WhatsApp). Kalau secara resmi (hasil swab positif COVID-19) belum saya terima," kata Hanung saat dihubungi wartawan, Jumat (18/6/2021).

Hanung menduga dia tertular dari istrinya. Sebab, istrinya lebih dulu terkonfirmasi positif COVID-19.

"Dari keluarga di rumah, karena istri kena (COVID-19) dulu, dan kemarin merasakan seperti mau flu itu. Ini saya posisinya isolasi mandiri di rumah," ujar Hanung.

Hanung pun meminta siapa saja yang sempat berkontak dengannya untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Terlebih jika kontak eratnya mengalami gejala COVID-19.

"Ya kalau saya sudah tracing semua, sudah tak ajaki swab untuk yang kontak erat dan beberapa ada yang sudah (swab test) di Puskesmas dan Labkesmas," ucapnya.

DPRD Bantul Tak Lockdown

Hanung menyebut kegiatan di kantor DPRD Kabupaten Bantul tetap berjalan seperti biasa dan tidak ada lockdown. Sebab, dia mengaku terakhir berkantor pada Senin (14/6).

"Kegiatan dewan masih, karena kemarin saya di dewan juga minim kegiatan kok dan terakhir ke sana (DPRD) hari Senin (14/6)," katanya.

Pemkab Bantul Didorong Tambah Shelter Corona

Diwawancara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul Enggar Suryo Jatmiko meminta pemkab segera mengalihfungsikan gedung eks piramid di Jalan Parangtritis menjadi shelter isolasi Corona.

Enggar mengatakan bahwa kemarin ada penambahan 294 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bantul, kemarin. Untuk itu, dia langsung mendatangi gedung eks piramid di Jalan Parangtritis KM 5,5 Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul.

"Setelah saya lihat (gedung eks) piramid ini representatif untuk dijadikan shelter pasien COVID-19. Apalagi ini berdiri di atas tanah kas desa dan bangunannya juga sudah jadi hak milik Desa. Selain itu jauh dari permukiman warga," ucapnya saat dihubungi wartawan, hari ini.

"Jadi nanti lantai atas kan bisa untuk tempat penyimpanan logistik dan lantai bawah untuk pasien," imbuhnya.

Ada Waiting List Isolasi Pasien Corona

Oleh sebab itu, pria yang kerap disapa Miko ini meminta agar Dinkes Bantul segera melengkapi fasilitas di gedung tersebut. Mengingat kasus COVID-19 di Bantul terus melejit setiap harinya.

"Jadi ya sesegera mungkin jika bisa piramid dialihfungsikan menjadi shelter, apalagi sekarang kondisinya sampai ada pasien (COVID-19) yang waiting list," ujarnya.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bantul Sri Sudewi menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi shelter baru hari ini. Hasilnya, pihaknya masih menemukan kekurangan di gedung tersebut.

"Kalau secara kelayakan, kalau misal dari jumlah bisa menampung banyak, tapi nanti kita lihat sirkulasi udaranya juga. Jadi belum bisa menentukan nanti untuk bisa atau tidaknya," ucapnya saat ditemui di gedung eks piramid, Kapanewon Sewon hari ini.

Terlebih, selain di gedung eks Piramid pihaknya tengah berupaya menambah bed di shelter Patmasuri. Namun di Patmasuri juga menemui kendala.

"Selain sini juga Patmasuri, karena di sana masih ada ruang kosong, lantai 2 dan lantai bawah masih ada alat-alat medis. Kendala di lantai dua belum ada kamar mandi," ucapnya.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya sesegera mungkin akan memutuskan mana yang lebih dahulu, antara menambah bed shelter Patmasuri atau segera membuka shelter baru. Mengingat saat ini sudah banyak pasien yang masuk daftar tunggu.

"Jadi sini (piramid) atau sana dipakai belum tahu persis. Tapi kita butuh cepat karena daftar tunggunya sudah banyak sekali," katanya.

(ams/rih)