Kasus Corona Meningkat, Pemkot Semarang Perketat Aturan PKM

Angling Adhitya Purabaya - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 19:40 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Minggu (7/2/2021)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Minggu (7/2/2021) Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Kasus virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami kenaikan. Hal itu membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memperketat aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

Aturan PKM sudah beberapa kali mengalami penyesuaian mengikuti jumlah kasus di Semarang. Kali ini penyesuaian ada pada jam operasional pusat perbelanjaan, restoran, dan pertokoan.

"Ada beberapa penyesuaian yang ditetapkan, yang pertama adalah terkait jam operasional usaha masyarakat seperti pusat perbelanjaan, restoran, pertokoan yang tadinya boleh beroperasi sampai pukul 23.00 WIB sekarang disepakati sampai pukul 22.00 WIB," kata pria yang akrab disapa Hendi itu dalam siaran persnya, Senin (14/6/2021).

Kemudian untuk kegiatan sosial budaya yang sebelumnya diperbolehkan hingga 100 orang, sekarang dibatasi hanya 50 orang, termasuk semua aktivitas yang terkait seminar, dialog dan juga kegiatan pernikahan.

"Kemudian, terkait kegiatan peribadatan dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat ibadah, termasuk pengajian dan kegiatan di gereja," lanjut Hendi.

"Saya mohon maklum dan mohon maaf kepada warga masyarakat bahwa PKM harus kita perketat lagi. Tapi, kita harus menyadari bahwa akhir-akhir ini angka COVID-19 di Semarang terus melonjak, sehingga ada beberapa poin dalam perwal PKM yang harus disesuaikan," imbuhnya.

Untuk diketahui, dari data Pemkot Semarang tercatat kasus COVID-19 di Kota Semarang telah menembus 1.000 orang pada tanggal 8 Juni 2021, tepatnya 1.039 orang. Jumlah tersebut terus meningkat hingga yang terbaru mencapai 1.321 orang, terdiri dari 778 pasien Kota Semarang dan 543 pasien luar Kota Semarang.

"Berbagai langkah antisipasi sudah dipikirkan dengan baik, yang penting kami himbau agar warga tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik," imbuh Hendi.

Simak video 'Daftar 22 Provinsi di Indonesia yang Lampu Kuning COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)