Warga di Zona Merah Corona Jateng Diimbau Ibadah di Rumah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 19:08 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Foto: Agung Mardika/detikcom
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warganya di zona merah virus Corona atau COVID-19 untuk mengatur kegiatan ibadah dari rumah saja. Hal itu merujuk pada Kabupaten Sragen yang mulai usul soal ibadah di rumah.

Ganjar mengatakan hal itu usai rapat COVID-19 di kantornya. Dalam rapat tersebut ada beberapa usulan salah satunya soal beribadah di rumah karena kasus COVID-19 meningkat.

"Bagaimana mengatur tata cara beribadah. Sragen sudah usulkan dan diputuskan majelis ulama beribadah di rumah saja. Ini penting diikuti oleh semua di zona merah. Dukungan ulama jadi penting agar kita jadi soft dalam berhubungan dengan masyarakat dan tidak mengurangi kekhusyukan beribadah," kata Ganjar di kantornya, Senin (14/6/2021).

Selain itu Ganjar meminta agar aturan di setiap kabupaten kota bisa disamakan termasuk untuk tempat wisata.

"Tempat pariwisata kalau sini tutup pikniknya keluar. Kalau aturan sama bisa dikendalikan," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus COVID-19 di Jawa Tengah meningkat dan ditemukan juga varian baru delta dari India di Kudus. Untuk zona merah di Jateng ada di Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Demak, Grobogan, Sragen, Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Semarang, Wonogiri dan Karanganyar. Ganjar meminta agar warga tidak khawatir.

"Nggak boleh panik, tapi juga harus hati-hati. Kepada mereka yang belum divaksin anda dalam posisi relatif bahaya, yang divaksin juga bisa tertular," ujar Ganjar.

(rih/sip)