Muncul Klaster Lapas Narkotika Yogyakarta, 275 Orang Kena Corona!

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 12:57 WIB
Sleman -

Ratusan narapidana di Lapas Narkotika Kelas II A Yogyakarta terkonfirmasi virus Corona atau COVID-19. Mereka diduga tertular dari petugas lapas yang sempat pulang kampung.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyebut ada 275 orang di Lapas Narkotika yang dinyatakan positif COVID-19. Mereka bukan hanya warga binaan, melainkan ada petugas lapas.

"275 kasus ini 13 orang karyawan lapas sisanya warga binaan. Iya itu klaster," kata Joko ditemui di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang KM 14, Sleman, Senin (14/6/2021).

Joko menjelaskan, saat ini proses tracing kasus Corona masih berlanjut. Sebab, belum semua warga binaan dites swab.

"Masih ada dua blok yang belum di-swab," katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan ke area Lapas Narkotika Yogyakarta.

"Tracing kita lakukan juga penyemprotan disinfektan dilanjutkan setiap hari mencegah penularan lebih lanjut," ucapnya.

Kasus Corona Berawal dari Petugas Lapas yang Sempat Mudik

Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY Gusti Ayu Putu Suwardani menjelaskan kasus ini bermula saat salah seorang petugas lapas dinyatakan positif Corona. Petugas itu diketahui baru saja pulang kampung.

"Seminggu yang lalu mungkin ini yang bawa ini petugas yang pulang kampung. Kemudian mungkin mereka tidak melaksanakan prokes. Jadi diinformasikan setelah antigen dia positif tapi sempat masuk kantor," kata Ayu saat dihubungi wartawan hari ini.

Selain petugas, ternyata ada tiga warga binaan yang mengalami demam. Kemudian dilakukan tes PCR dengan hasil positif.

"Jadi dari situ kita coba langsung isolasi ternyata ada tiga pegawai dan tiga warga binaan yang itu terdeteksi oleh dokter (positif Corona)," ungkapnya.

Masih Ada Sekitar 200 Warga Binaan yang Belum Dites Swab

Dari temuan itu, pihaknya kemudian melakukan tes yang lebih masif. Hasilnya diketahui ada ratusan warga binaan yang positif. Mereka berasal dari 3 blok yang berbeda.

"Saat ini terakhir saya kroscek ada 430 warga binaan di lima blok dan tersebar. Kemarin yang sudah sempat di PCR, itu blok bugenvil, edelwis, dahlia. B, E, D itu yang mayoritas ternyata positif," ungkapnya.

Para warga binaan yang positif saat ini ditempatkan terpisah di dalam lapas. Sementara warga binaan yang negatif diungsikan dari tiga blok tadi.

"Sementara di situ (untuk yang positif). Justru orang yang negatif sementara itu kita coba ungsikan untuk kita pisahkan dengan yang lain," jelasnya.

Proses tracing pun hingga saat ini masih dilakukan. Dari 430 warga binaan masih ada sekitar 200 warga binaan yang harus menjalani tes swab.

"Masih ada 200 narapidana lagi yang haris kami swab," pungkasnya.

(ams/sip)