Menilik Bungker Belanda yang Ditemukan Era Jokowi di Balkot Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 15:53 WIB
Bungker Belanda di Balai Kota Solo, Minggu (13/6/2021).
Bungker Belanda di Balai Kota Solo, Minggu (13/6/2021). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Belanda menyisakan banyak jejak sejarah selama berkuasa di Indonesia. Salah satunya ialah bungker yang ditemukan di bawah gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kompleks Balai Kota Solo.

Pada zaman kemerdekaan, bungker ini sudah diketahui keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Namun seiring zaman yang terjadi banyak pembangunan, bungker itu kembali tertutup tanah.

Baru pada era Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) tahun 2012, bungker itu kembali diketahui keberadaannya. Saat itu sedang direncanakan pembangunan gedung Dispendukcapil.

Sejarawan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Susanto, mengatakan bungker dibangun di lokasi tersebut karena dahulunya adalah rumah dinas pejabat Belanda. Dia memperkirakan bungker dibangun tahun 1939.

"Itu mungkin sekitar 1939, dibangun untuk pejabat Belanda. Bungker ini untuk berlindung jika ada serangan udara," kata Susanto saat dihubungi detikcom, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, keberadaan bungker berkaitan dengan Perang Dunia II. Belanda telah mencium rencana serangan dari Jepang sehingga membuat bungker di berbagai daerah.

Bungker Belanda di Balai Kota Solo, Minggu (13/6/2021).Bungker Belanda di Balai Kota Solo, Minggu (13/6/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

"Saat itu Jepang kan menguasai Asia, Belanda pun mengantisipasi adanya serangan dari Jepang. Tapi saat itu tidak ada serangan lewat udara di Solo," kata dia.

Setelah ditemukan pada 2012, Pemkot Solo berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk melakukan penggalian dan restorasi. Baru pada 2017 bungker itu selesai direstorasi.

Lokasinya kini berada di sisi barat bawah gedung Dispendukcapil. Ada dua akses masuk ke dalam bungker, yakni sisi barat dan timur.

Setelah turun dari tangga dan masuk ke pintu, maka akan terlihat satu ruang bungker yang disekat menjadi dua bagian. Beberapa lubang di atas bungker menjadi tempat masuknya cahaya.

Tampaknya beberapa tahun terakhir bungker itu tidak disentuh oleh masyarakat. Padahal Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat itu sudah membuka untuk umum, termasuk sebagai lokasi foto prewedding.

Kini terlihat genangan air di bagian luar maupun dalam bungker. Pengunjung akan kesulitan jika hendak berjalan di dalam bungker.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan memang belum ada anggaran untuk pengembangan bungker. Terutama dalam dua tahun terakhir, anggaran difokuskan untuk penanganan COVID-19.

"Belum ada rencana lagi, karena ini anggaran masih buat penanganan COVID-19," ujar Ahyani, Sabtu (12/6).

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, ingin melanjutkan rencana wali kota sebelumnya untuk menjadikan bungker sebagai tempat wisata. Namun Gibran mengaku masih belum melihat kondisi bungker sejak tiga bulan menjabat.

"Nanti kita lihat dulu. Bisa juga jadi destinasi wisata. Tapi nanti saya cek dulu," katanya.

Simak juga 'Kisah Arca Joko Dolog yang Gagal ke Negeri Belanda':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/sip)