Viral Disebut Sering Dicaci Anak, Mbah Tawen Kini Banjir Hadiah

Robby Bernardi - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 10:54 WIB
Kapolsek Randudongkal, AKP Trino Winarno bersama Nenek Tawen dan anak bungsunya Karyadi, Jumat (11/6/2021).
Kapolsek Randudongkal, AKP Trino Winarno bersama Nenek Tawen dan anak bungsunya Karyadi. (Foto: dok Istimewa)
Pemalang -

Nenek Tawen (86) warga Desa Kalimas, Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah viral usai videonya dengan narasi sering dicaci anaknya beredar di media sosial. Tidak sedikit warga yang bersimpati pada Mbah Tawen dan memberikan hadiah kepadanya.

Gerakan penggalangan dana juga digelar oleh netizen untuk Mbah Tawen. Dalam waktu cukup singkat, Mbah Tawen mendapatkan donasi dari banyak warga di sosial media, termasuk para TikTokers.

"Alhamdulillah, Nenek kami ini mendapatkan simpati dari saudara-saudara kita di sosial media, TikTokers juga," kata Kepala Desa Kalimas, Mujiono, kepada detikcom, Minggu (13/06).

"Kebetulan ada yang mendesak dari warga sosial media untuk melakukan donasi ke Nenek Tawen, yang dikoordinasikan oleh salah satu warga kami," lanjut dia.

Mujiono mengungkap donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,785 juta. Uang itu kemudian dibelikan sejumlah barang untuk Mbah Tawen di antaranya kasu busa, alat penanak nasi, dan sembako. Sisanya sebanyak Rp 500 ribu diberikan secara tunai kepada Mbah Tawen.

"Saya ucapkan terimakasih banyak pada para warga di sosial media, yang bersimpatik pada salah satu warga kami melalui donasi di sosial media. Alhamdulillah, semoga menjadi amalan semuanya," kata Mujiono.

Mujiono mengungkap donasi yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,785 juta. Uang itu kemudian dibelikan sejumlah barang untuk Mbah Tawen di antaranya kasu busa, alat penanak nasi, dan sembako. Sisanya sebanyak Rp 500 ribu diberikan secara tunai kepada Mbah Tawen.

"Saya ucapkan terimakasih banyak pada para warga di sosial media, yang bersimpatik pada salah satu warga kami melalui donasi di sosial media. Alhamdulillah, semoga menjadi amalan semuanya," kata Mujiono.

Mujiono mengungkap Mbah Tawen selama ini memilih memasak dengan kayu bakar.

"Sebetulnya gas melon ada. Namun nenek lebih suka memasak dengan kayu. Nanti kita ajarin menanak nasi dengan alat ini. Demikian juga dengan gas melon, agar nenek tidak mudah capek dan letih," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Saksikan juga 'Kisah Pilu Nenek Sebatang Kara di Ciamis Tinggal di Gubuk Reyot':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2