Terpopuler Sepekan

Jeratan Pidana Eks Bos Bank Jateng Bikin Nasabah Blora Kena Getahnya

Febrian Chandra - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 21:49 WIB
Sejumlah rumah nasabah Bank Jateng ditempeli stiker sita
Sejumlah rumah nasabah Bank Jateng ditempeli stiker 'sita' (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Dua mantan Kepala Bank Jateng cabang Blora jadi tersangka di dua kasus berbeda, kasus perbankan dan tindak pidana korupsi. Akibat jeratan pidana dua eks bos Bank Jateng Cabang Blora ini sejumlah aset properti milik nasabah ikut terseret.

"Ada dua kasus berbeda. Satu ditangani Polres Blora dan yang satu ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri," terang Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto saat dihubungi detikcom, Senin (7/6/2021).

Untuk yang ditangani Polres Blora, pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka berinisial TZ atas dugaan kasus tindak pidana perbankan. Sementara itu kasus yang ditangani Bareskrim, telah menetapkan tersangka insial RP, atas dugaan kasus Tipikor.

"Untuk TZ ditetapkan atas dugaan kasus tindak pidana perbankan. Sedangkan RP ditangani Bareskrim atas dugaan kasus Tipikor," ujar Setiyanto.

Setiyanto menyebut kasus TZ terjadi saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Cabang Blora tahun 2018. TZ terjerat kasus utang piutang dengan warga Cepu, Kabupaten Blora yang nilainya mencapai Rp 14 miliar. Kasus ini pun baru dilaporkan pada 2020 lalu.

"Waktu itu ada audit bank, untuk menutupi kekosongan neraca keuangan. Pihaknya melakukan pinjaman kepada salah satu debitur yakni warga Cepu itu. Jumlah pinjamannya mencapai Rp 14 miliar. Peminjaman itu atas nama Bank Jateng," ungkapnya.

"Untuk RP terjerat dugaan kasus Tipikor, tapi saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Itu wewenang Bareskrim," sambung Setiyanto.

Sementara itu, pihak Bank Jateng Cabang Blora menolak memberikan keterangan. "Maaf itu bukan ranah saya untuk menjawab. Biar langsung pusat saja yang menjawab," kata Kepala Bank Jateng cabang Blora, Tri Nugroho, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

Usut punya usut, ada empat karyawan yang dipecat usai kasus yang menjerat dua eks bos Bank Jateng cabang Blora ini mencuat. Namun, ketika dimintai keterangan soal pemecatan ini, pihak Bank Jateng tak menjawab gambalng.

"Saya tidak hafal siapa-siapanya. Sampai saat ini saja, saya tidak begitu paham dengan kasus yang menimpa dua orang rekan kerjanya (dua mantan pimpinan) itu. Terkait keempat orang karyawan itu tentu yang lebih paham bidang SDM," jawab Tri.

Belakangan kasus yang menjerat eks Bos Bank Jateng cabang Blora itu juga berbuntut pada penyitaan sejumlah aset milik nasabah. Hal ini terkait kasus dengan tersangka RP yang ditangani Bareskrim Polri.

Stiker tanda sita itu mulai ditempel pada Rabu (9/6). Rombongan polisi yang menumpang lima unit mobil mendatangi kompleks perumahan di daerah Pakis, Blora. Tak hanya di kawasan Pakis, rombongan juga kembali menempelkan stiker di kawasan perumahan di Blingi, Kecamatan Tunjungan.

"Berdasarkan
1. Laporan Polisi Nomor : LP/0096/II/2021/Bareskrim, tanggal 11 Februari 2021.
2. Surat perintah penyitaan nomor : Sprin sita/6/II/2021/Tipikor, tanggal 16 Februari 2021.
3. Surat penetapan pengadilan negeri Blora nomor : 153/Pen.Pid/2021/PN/ Bla, tanggal 7 Juni 2021.

Telah disita bangunan KPR oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada BPD Jateng Cabang Blora pada tahun 2018-2019," demikian isi pemberitahuan dalam stiker yang berlogo Bareskrim dan Mabes Polri tersebut.

Selengkapnya rumah dan indekos salah satu politikus PDIP Blora turut disita terkait kasus eks bos Bank Jateng cabang Blora...

Lihat juga Video: BI: Kripto Bukan Alat Pembayaran Sah, Lembaga Keuangan Dilarang Pakai!

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3