Super Blood Moon 26 Mei, Warga Pesisir Yogya Diminta Waspada Air Pasang

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 15:54 WIB
Sleman -

Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) atau super blood moon akan terjadi pada Rabu (26/5). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga di pesisir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mewaspadai air pasang.

"Kami menghimbau bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah pesisir waspada terhadap kenaikan pasang air laut tersebut," kata Kepala BMKG Yogyakarta Ikhsan Pramudya saat dihubungi wartawan, Senin (24/5/2021).

Ikhsan menjelaskan naiknya air laut itu karena bulan dalam posisi terdekatnya dengan bumi. Naiknya air laut itu terjadi karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan yang lebih besar dari gaya gravitasi bumi.

Kondisi itu juga didukung dengan adanya posisi bulan yang dalam keadaan terdekatnya dengan bumi.

"Akibat gaya gravitasi bulan lebih besar dari gaya gravitasi bumi, akan menarik air laut sehingga air laut menjadi lebih tinggi dari kondisi normal," urainya.

Lebih lanjut, Ikhsan menjelaskan fenomena langka ini dapat disaksikan tanpa harus menggunakan kacamata khusus. BMKG Yogyakarta akan melakukan pemantauan di gedung radar Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta.

"Fenomena gerhana bulan total yang terjadi tanggal 26 Mei 2021 ini aman dilihat langsung oleh masyarakat dengan mata telanjang tanpa harus menggunakan kacamata khusus," terangnya.

Gerhana bulan total atau yang juga disebut Supermoon sebelumnya terjadi pada 27-29 April lalu. Pada tahun sebelumnya, yaitu 2020, tidak terjadi fenomena yang sama.

Penjelasan LAPAN tentang Supermoon

Mengutip dari laman resmi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena antariksa ini akan terjadi pada 26 Mei pekan depan. Gerhana bulan total tersebut juga diistilahkan sebagai Supermoon Flower Moon dan Super Blood Moon.

"Fenomena Blood Moon ini hanya terjadi saat fase bulan penuh dan mengalami Gerhana Bulan Total (GBT) di mana bumi bergerak di antara bulan dan matahari dan berada pada posisi garis lurus," tulis Jamroni dalam bmkg.go.id.

Lalu, wilayah mana sajakah yang akan dapat menyaksikan Super Blood Moon? Mengutip dari LAPAN dan BMKG, gerhana bulan total pada 26 Mei mendatang bertepatan dengan hari raya Waisak 2565. Durasi dari Supermoon kali ini akan berlangsung cukup lama.

Proses berlangsungnya Supermoon ini akan terjadi selama 3 jam 8 menit 12 detik. Sementara, durasi totalitasnya sendiri hanya akan berlangsung dalam 18 menit 28 detik. Mengutip dari BMKG, puncak dari gerhana bulan total ini sendiri dapat disaksikan tanpa alat bantu optik pada pukul 18.46 WIB.

(sip/ams)