Nekat! 8 Orang di Brebes Bongkar Peti-Mandikan Jenazah Pasien Corona

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 18:00 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Brebes -

Sebanyak delapan orang nekat membongkar peti dan memandikan jenazah pasien positif Corona atau COVID-19 di Brebes, Jawa Tengah. Seperti apa kejadiannya?

"Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Bantarkawung sudah melakukan tracing dan pemantauan terhadap delapan orang ini. Mereka itu yang melakukan pembongkaran peti jenazah pasien COVID-19 dan memandikan sampai menguburkan," ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Brebes Imam Budi Santoso, kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/5/2021).

Imam mengungkap pembongkaran peti jenazah pasien Corona ini terjadi pada Kamis, (13/5). Seorang warga desa bernama Aisyah (50) meninggal dunia dengan status positif Corona di RSUD Margono Purwokerto.

Kabar meninggalnya Aisyah diterima keluarga pada sekitar jam 02.30 WIB. Selanjutnya, mobil jenazah tiba di lokasi pemakaman pada pukul 05.30 WIB.

Jenazah ini kemudian diserahterimakan ke petugas yang mengurus kematian (lebe) dan langsung disalati. Selesai disalati, keluarga pasien mempersilakan anggota satgas dan petugas puskesmas untuk pulang agar bisa mengikuti salat Idul Fitri.

"Keluarga meminta semua petugas pulang agar bisa ikut salat Idul Fitri. Untuk pemakaman akan diurus anggota keluarga, karena ada yang bisa memasukkan ke liang lahat dan memimpin doa," beber Imam.

Namun yang terjadi di luar dugaan. Setelah petugas pulang, peti jenazah dibongkar. Jenazah pasien Corona itu dikeluarkan dan dimandikan.

"Jenazah ini ternyata dibongkar paksa dan dimandikan lagi terus dikuburkan sendiri sama warga," lanjut dia.

Setelah kejadian ini, Dinas Kesehatan Brebes melaksanakan tracing. Delapan orang ini dites rapid antigen.

"Hasilnya sementara negatif. Tapi mereka akan terus dipantau, karena masih masa inkubasi," pungkasnya.

(sip/ams)