Polda DIY Klaim Putar Balik 7.996 Kendaraan Selama Larangan Mudik

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 12:09 WIB
Sleman -

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengerahkan 1.359 personel dalam Operasi Ketupat Progo 2021. Dalam operasi ini Polda DIY melakukan penyekatan mudik di perbatasan DIY selama larangan mudik.

Seperti diketahui, pemerintah memberlakukan pelarangan mudik bagi seluruh masyarakat guna mengendalikan meningkatnya angka penularan COVID-19 mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

"Kendaraan yang diperiksa totalnya 27.705 kendaraan itu terdiri dari roda empat, roda dua dan juga bus, maupun kendaraan barang," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto kepada wartawan di kantornya, Sleman, Selasa (18/5/2021).

Yuli merinci di Pos Temon terdapat 2.301 kendaraan yang diperiksa, Pos Tempel 9.924 kendaraan, Pos Prambanan 11.644 kendaraan, Pos Bedoyo 437 kendaraan, Pos Hargodumilah 463 kendaraan. Kemudian, Pos Exnataputra 454 kendaraan, Pos Demangan 363 kendaraan, Pos Piyungan 603 kendaraan, Pos Srandakan 672 kendaraan, dan Pos Sedayu 844 kendaraan.

"Pemeriksaan kendaraan puncaknya adalah tanggal 12 Mei ada 3 ribu lebih kendaraan yang dilakukan pemeriksaan dari total 27 ribu tadi," jelasnya.

Dari jumlah kendaraan yang diperiksa, ada ribuan kendaraan yang diputar balik. "Untuk jumlah kendaraan yang di putar balik di pos check point selama 12 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2021 sebanyak 7.996 kendaraan," jelasnya.

Saat masa larangan mudik Lebaran, polisi juga melakukan rapid tes antigen secara acak terhadap para pengendara yang melewati pos check point. Hasilnya, ditemukan beberapa pengendara yang positif Corona berdasarkan rapid test antigen.

"Rapid test antigen sejumlah 5.136 orang dengan hasil negatif sebanyak 5130 orang dan positif sebanyak 6 orang. Ditindaklanjuti pemeriksaan di Hardjolukito," sebutnya.

Yuli menambahkan, penjagaan di perbatasan tetap akan dilakukan hingga tanggal 24 Mei mendatang. Hanya saja, intensitas penjagaan tidak akan seketat saat masa pelarangan mudik Lebaran.

"Setelah tanggal 17 Mei ini sampai dengan tanggal 24 Mei kepolisian tetap melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Artinya ini untuk melakukan pencegahan orang-orang yang melintas batas wilayah provinsi untuk dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

(sip/ams)