Ini Dia Alasan Hakim PN Wates Kabulkan Transgender Jadi Laki-laki

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 16:27 WIB
ilustrasi jenis kelamin
Ilustrasi gender (Foto: thinkstock)

Diakui Negara

Pasca dikabulkannya permohonan ubah gender oleh PN Wates, RS kemudian mengurus perubahan data administrasi kependudukan (adminduk) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulon Progo. Kepala Disdukcapil setempat, Aspiyah memastikan kini RS sudah resmi menjadi laki-laki dan diakui oleh negara.

"Beberapa waktu lalu kami sudah memberikan pelayanan kepada salah satu warga transgender. Jadi sejak kecil dia jenis kelaminnya perempuan, kemudian ternyata perkembangannya dia tomboi sekali gitu. Dan dari ilmu kesehatan jiwa hal itu memang ada kemungkinan bisa terjadi, selanjutnya dilakukan konsultasi, meski awalnya keluarga berat akhirnya bisa dilakukan perubahan gender lewat penetapan pengadilan, kemudian mengubah data kependudukan di Dukcapil Kulon Progo," kata Aspiyah kepada detikcom, Senin (17/5/2021).

"Sekarang dia sudah dapat data adminduk yang baru, sudah clear semua lah pokoknya," sambungnya.

Dijelaskan RS telah mengubah data adminduk berupa akta kelahiran, kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

"Untuk akta kelahiran ada dua kali proses, pertama ganti dulu jenis kelamin, lalu ganti nama. Setelah itu kami sesuaikan datanya untuk KK dan KTP," ujarnya.

Khusus akta kelahiran, Aspiyah menjelaskan ada catatan pinggir berisi keputusan pengadilan soal perubahan status gender RS. Kemudian keterangan tambahan berisi penjelasan pergantian nama.

"Karena setiap orang itu harus tahu asal-usulnya, jadi itu (catatan pinggir) sebagai keterangan asal-usulnya," ucap Aspiyah.

Aspiyah mengatakan pada prinsipnya Dukcapil Kulon Progo memberikan pelayanan kepada semua warga tanpa terkecuali dan tak ada diskriminasi. Hal itu sudah diatur dalam UU no 24/2013 tentang adminduk.

"Prinsipnya kami memberikan pelayanan kepada semua warga tanpa diskriminasi, semua masyarakat dari berbagai latar belakang kami layani," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, RS dilahirkan sebagai perempuan pada 2 November 1989. Meski terlahir sebagai perempuan, RS dalam pertumbuhannya menolak bermain layaknya bocah perempuan. Ia lebih menikmati permainan layang-layang, mobil-mobilan dan berpakaian menyerupai laki-laki. Di mata orang tuanya, kala itu, RS dianggap hanya berperilaku tomboi.

Beranjak dewasa, RS semakin menegaskan diri sebagai laki-laki. Selepas SMA, ia mencari jati dirinya dengan mengikuti kelompok lesbian, gay ataupun biseks. Namun ia merasa tidak nyaman dengan komunitas itu.

Pada 2015, ia membaca buku-buku bacaan soal transgender dan merasa cocok dengan paparan buku tersebut. Ia semakin yakin dirinya adalah laki-laki dan mulai berani memilih toilet laki-laki dan menjalankan ibadah sebagai laki-laki.

Tiga tahun setelahnya, ia konsultasi dengan dokter di RS Premier Jatinegara. RS mendapatkan diagnosa transgender famel to male fase sintonik. RS diberi terapi hormonal/testeron injeksi sejak Januari 2020 hingga sekarang. Injeksi dilakukan tiap 3 minggu sekali.

Selanjutnya, penuturan kepala dusun tempat pemohon tercatat tinggal...

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4