Round-Up

Momen Keriuhan Jemaah Melihat Khotib Idul Fitri Wafat Saat Khotbah

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 11:48 WIB
Ustaz Juriono saat berkhotbah Idul Fitri sesaat sebelum ambruk dan meninggal dunia, Klaten, Kamis (14/5/2021).
Momen terakhir Ustaz Juriono saat menyampaikan khotbah idul Fitri (Foto: dok Jemaah)
Klaten -

Wafatnya Ustaz Juriono (57) saat menjadi imam dan khatib Salat Idul Fitri 1442 H di Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten, tak disangka seluruh jamaah. Wafatnya dai warga Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara sesaat setelah ambruk di mimbar khotbah itu pun disambut kalimat tauhid bergema.

"Suasana ketika beliau jatuh dari mimbar sangat riuh. Jemaah semua berdiri dan mengucapkan kalimat Lailahailallah," jelas panitia salat Idul Fitri Dusun Dalangan, Desa Ngemplak, Zudi Ismail, kepada detikcom, Jumat (14/5).

Zudi menuturkan kejadian wafatnya ustaz yang menjadi imam dan khatib itu terjadi di Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Kamis (13/5) pukul 07.00 WIB. Saat berkhotbah, pesan terakhir Ustaz Juriono yakni tentang ajakan bertakwa.

"Almarhum jatuh usai mengajak jamaah bertakwa dan jemaah bagian depan langsung menolong. Lantunan kalimat Lailahailallah itu baru berhenti saat dibawa ke mobil dan dibawa," lanjut Zudi.

Zudi menceritakan Ustaz Juriono yang merupakan warga Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten ini tak menunjukkan tanda-tanda sakit selama memimpin salat hingga memulai khotbahnya. Bacaan salatnya lancar tak mengalami kendala.

"Bacaan salat lancar. Saat rakaat terakhir atau kedua, membaca surat pendek yaitu surat Al Ikhlas," sambung Zudi.

Setelah salat selesai, ungkap Zudi, Ustaz Juriono kemudian memberikan khotbah. Khotbah berlangsung lancar, hingga akhirnya suara Ustaz Juriono tampak melemah.

"Khotbah lancar, cuma yang terakhir mau berdoa suaranya seperti mau menangis tetapi tidak menangis. Setelah itu jatuh, kami sebagai jemaah sedih bahkan pada melayat ke rumah duka," lanjut Zudi.

Meskipun sedih, sebut Zudi, momen saat Juriono wafat membuatnya iri. Meninggal dalam kondisi suci berwudlu, saat Idul Fitri, usai memimpin jemaah, sedang dalam posisi mengajak pada kebaikan.

"Momen itu yang membuat saya iri pada beliau. Datang itu masih bugar bahkan bercanda sama saya," pungkas Zudi.

Juriono ternyata tidak hanya dikenal sebagai seorang pendakwah. Almarhum dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN), seorang guru di SMK Trucuk yang inovatif dan dijuluki profesor.

"Beliau sosok cerdas, bahkan setiap ketemu selalu saja ada ide dan penemuan baru sehingga pada menjulukinya profesor. Setiap inovasinya selalu beliau dedikasikan untuk masyarakat, umat dan dakwah," ungkap salah seorang rekan almarhum di Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) Klaten, Anwar Ikhsan Suprihanto, kepada detikcom, Jumat (14/5).


Selengkapnya di halaman selanjutnya

Tonton juga Video: Khatib Salat Id Al-Azhar Ajak Umat Islam Doakan Palestina

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2