Round-Up

Pemicu Ledakan Petasan Tewaskan 4 Warga Kebumen: Meracik Sambil Merokok

Rinto Heksantoro - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 11:21 WIB
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mendatangi lokasi terjadinya ledakan bahan petasan di Kabupaten Kebumen. Luthfi kemudian menggelar jumpa pers di Polres Kebumen dengan memaparkan perkembangan penyidikan polisi.
Kerusakan rumah akibat ledakan petasan edi Kebumen (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
kebumen -

Polisi terus menyelidiki kasus ledakan bahan petasan yang menewaskan 4 warga Kebumen dan 4 lainnya terluka. Dari hasil pengembangan, ditemukan beberapa fakta yang akan dijadikan dasar untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Hasil penyidikan tim Inafis Labfor, dipastikan bahwa itu hasil senyawa bahan mercon yang meledak dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia. Kemudian dari TKP ini kita kembangkan sudah kita periksa hampir 16 orang termasuk kita telusuri dari mana bahan mercon itu dan akan kita kembangkan terus," ungkap Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Jumat (14/5).

Polisi terus mendalami kasus ledakan bahan petasan yang menyebabkan tewasnya empat orang itu. Fakta terbaru yang terungkap, bahan petasan maut tersebut dibeli melalui online.

"Untuk sementara ini kita kembangkan (bahan petasan) dari Pati, jadi dari Pati sana bahan itu diorder lewat online," paparnya.

Saat melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi kejadian, polisi mengamankan ratusan selongsong petasan dan 4 kg bahan petasan. "Jadi di TKP ditemukan 400 selongsong, karena pelaku dan korbannya meninggal ya itu nggak tahu mau dijual atau gimana yang jelas di TKP masih ditemukan 4 kg sisa bahan mercon," tambahnya.

"Itu low explosive, jadi ya akibatnya separo rumahnya bubrah, pintunya aja jebol," terangnya.

Ahmad Luthfi mengatakan ledakan itu disebabkan karena korban merokok pada saat meracik petasan. Hingga kini, polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Penyebabnya itu sambil ngerokok sambil ngeracik, lha mbledhos ta ya (meledak kan ya). Belum (belum ada tersangka) masih kita periksa masih kita dalami semua," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ledakan bahan petasan terjadi di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen pada Rabu (12/5) sore. Satu rumah milik Untung (55) mengalami rusak berat akibat ledakan itu.

Diketahui, para korban yang membuat petasan saat itu yakni Muhammad Taufik Hidayat bin Untung (25), Bambang Priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Sugiyanto bin Marimin (23), Rizky Efendi (21), Alib bin Badjo (24), dan Irwan Soleh bin Solehudin (24). Kemudian seorang korban lain Ratna Iswatun Khasanah (19) yang merupakan keluarga korban.

Empat korban meninggal yakni Muhammad Taufik Hidayat (25), Rio Dwi Pangestu (22), Sugiyanto (23) dan Rizky Efendi (21).

Hingga kini masih ada dua korban yang masih dirawat di RS Prembun dan RS Margono Purwokerto. Kemudian dua korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis.

Lihat Video: Kapolda Sebut Ledakan Petasan di Kebumen Low Explosive

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)