Round-Up

7 Fakta Tindakan Sadis Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Kos Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 19:06 WIB
Pelaku pembunuhan wanita dalam kamar berasap di Semarang.
Daffa, pelaku pembunuhan. (Foto: Angling AP/detikcom)
Semarang -

Pembunuhan wanita yang ditemukan tewas dalam kamar kos yang berasap di Semarang, terkuak. Pelaku ternyata sejak awal merencanakan merampok korban dan membunuhnya.

Korban adalah seorang wanita berusia 31 tahun bernama Alip Surani alias Ratna. Ia dibunuh kenalannya, Daffa Dhiyaulhaq Kurniawan (23) warga Rejosari, Semarang Timur yang berkomplot dengan Ibnu Setiawan (19) warga Rejomulyo, Semarang Timur. Berikut fakta-faktanya:

1. Kenalan lewat media sosial
Alip dan Daffa berkenalan lewat media sosial. Mereka kemudian janjian ketemu di kos korban di Jalan Pusponjolo Selatan Semarang di hari kejadian yaitu Jumat (7/5) dini hari.

"Diawali perkenalan korban dan Daffa lewat medsos kemudian mereka berkenalan dan dilanjutkan kunjungan ke kos-kosan korban," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, Rabu (12/5/2021) .

Daffa saat ditanya Irwan mengaku baru mengenalnya lewat media sosial sehari sebelum kejadian.

"Kenal lewat medsos, baru sehari," ujarnya.

2. Pelaku setubuhi korban lalu dibunuh
Pelaku saat berada di kos korban ternyata melakukan persetubuhan. Puas dengan hasratnya, ia kemudian melancarkan aksinya melilit leher korban dengan charger handphone yang sudah disiapkan.

"Di sana pelaku ini sempat melakukan hubungan dan setelah kejadian pelaku ini atau Daffa mencekik korban kemudian menjerat korban dengan kabel charger," ujar Irwan.

3. Bawa kabur barang-barang korban
Selanjutnya Daffa membawa kabur mereka barang-barang korban berupa dompet, handphone, dan uang. Handphone dijual dan hasil kejahatan dibagi rata antara Daffa dan Ibnu, yang ikut membantu. Daffa mengaku sudah merencanakan aksi itu karena terdesak kebutuhan ekonomi.

"Sudah berencana dan masalah ekonomi. Hasilnya di bagi dua. Pertama Rp 500 ribu terus handphone laku Rp 800 ribu, dibagi dua," ujar Daffa.

4. Berusaha menghilangkan jejak dengan membakar kos-kosan dan jasad korban
Rencana Daffa tidak hanya membunuh dan merampok, namun juga berusaha menghilangkan jejak pembunuhan dengan membakar tempat kejadian perkara. Caranya ia menaruh rokok yang masih menyala di kasur korban.

"Setelah yakin korban meninggal pelaku kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan membakar dengan meletakkan puntung rokok di tempat tidur dengan harapan terbakar tempat kejadian perkara ini," jelas Irwan.

Namun ternyata api tersebut hanya membakar sebagian kasur dan tidak menyebar. Meski demikian asap mengepul hingga keluar ruangan sehingga tetangga curiga dan mendobrak pintu kamar korban. Namun saat itu korban sudah tidak bernyawa.

"Yang terbakar sebagian kasur korban," tandasnya.

5. Pelaku Kabur ke Grobogan dan Bandungan
Dua pelaku itu ternyata kabur setelah berhasil menjual handphone korban. Mereka ke Kabupaten Grobogan ke rumah kerabat Ibnu. Kemudian berpindah ke Bandungan di Kabupaten Semarang yang juga rumah kerabat Ibnu.

"Dari pengakuan, setelah melakukan kejahatan lari ke Grobogan sehari. Dari sana kedua pelaku ke Kabupaten Semarang, sembunyi di Bandungan," kata Irwan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (12/5/2021).

Pelarian itu sudah diendua tim resmob Satu Reskrim Polrestabes Semarang hingga akhirnya hari Selasa (11/5) kemarin kedua pelaku ditangkap di Kota Semarang.

"Kejadian tanggal 7 Mei sekitar pukul 01.30 pagi kemudian diketahui saksi pagi harinya. Selang beberapa hari kemudian hari Selasa siang berhasil ditangkap di wilayah Semarang," jelasnya.

6. Pengaruh obat-obatan
Kepolisian menduga pelaku dipengaruhi Obat-obatan saat melakukan aksi. Hal itu diperkuat dengan di ditanya seratusan butir pil koplo dari pelaku. Saat ditanya, Daffa dan Ibnu ternyata membenarkan saat sebelum kejadian mereka mengkonsumsi obat tersebut.

"Sebelum aksi minum satu," ujar Daffa diikuti anggukan Ibnu yang juga meminum obat yang sama.

7. Terancam hukuman mati
Kedua pelaku tersebut terancam hukuman mati karena dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia juga dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan.

"Barangsiapa, dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, atau dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain atau pencurian yang didahului dengan kekerasan terhadap orang lain yang menjadikan orang mati yang dilakukan oleh dua orang bersama-sama diancam dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana.

Lihat juga video 'Teka-teki Pria Pembakar Perawat Cantik di Malang':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)