Kondisi Terkini Puluhan Korban Keracunan Takjil Massal Karanganyar

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 16:41 WIB
Barang bukti sisa makanan takjil yang diduga picu 59 warga keracunan di Karanganyar, Minggu (9/5/2021).
Barang bukti sisa makanan takjil yang diduga picu 59 warga keracunan di Karanganyar, Minggu (9/5/2021). (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Kondisi puluhan korban keracunan takjil warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mulai membaik. Hingga hari ini, tercatat tinggal sembilan warga yang masih dirawat Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar.

Dari sembilan warga yang masih memerlukan perawatan, tujuh orang di antaranya dirawat di RSUD Karanganyar dan dua orang dirawat Puskesmas Karangpandan. Kondisi para korban sudah stabil meski masih membutuhkan pengawasan.

"Dari awal, secara total Puskesmas Karangpandan menerima 26 pasien. Dari jumlah itu, tujuh di antaranya diperbolehkan rawat jalan, tiga pasien dirujuk ke RSUD Karanganyar, sisanya rawat inap," ujar dokter Puskesmas Karangpandan, Nina Kurniawati, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/5/2021).

Nina menyebut, dari 16 pasien yang menjalani rawat inap, kondisinya mulai membaik sehingga sudah diperbolehkan pulang. Hari ini, lanjutnya, tinggal dua pasien saja yang masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Karangpandan.

"Sudah membaik, hari ini tinggal dua orang saja yang masih dirawat," imbuhnya.

Nina mengatakan, secara umum para pasien tersebut mengalami gejala yang sama yakni muntah dan diare. Gejala tersebut, lanjutnya, mengarah kepada adanya infeksi pencernaan.

"Secara umum gejalanya hampir sama, lebih ke gangguan pencernaan semua muntah sama diare. Untuk yang selama ini kita rawat di Puskesmas memang untuk yang kondisinya tidak terlalu parah," jelasnya.

Infeksi pencernaan tersebut, kata Nina, dikuatkan dengan hasil pemeriksaan darah para pasien. Infeksi tersebut erat kaitannya dengan dugaan keracunan yang dialami oleh para pasien.

"Memang secara medis, kalau dari pemeriksaan darahnya memang ada infeksi. Infeksinya bisa jadi karena memang gangguan di pencernaannya itu," urainya.

Para pasien ini, lanjutnya, mendapatkan perawatan sesuai dengan kondisi dan keluhan masing-masing. Sementara tiga pasien terpaksa dirujuk karena kondisinya melemah.

"Kalau memang ada indikasi infeksi, memang dari pemeriksaan sel darah putih meningkat, ya kita kasih antibiotik. Yang lain disesuaikan keluhan masing-masing," kata dia.

"Kalau yang dirujuk kemarin mungkin karena dehidrasi jadi agak lemah (kondisinya), dan yang sudah usia sudah lanjut," imbuhnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Tonton juga Video: Puluhan Warga Cianjur Diduga Keracunan Olahan Kulit Sapi

[Gambas:Video 20detik]



Dihubungi secara terpisah, Kepala Desa Gerdu, Veri Kurnianto, mengatakan hasil pendataan terakhir, total warganya yang mengalami keracunan dan mendapatkan perawatan di beberapa unit layanan kesehatan berjumlah 55 orang. Hal ini berbeda dengan hasil pendataan awal yakni 59 orang.

"Benar kemarin pendataan awal 59 orang. Namun setelah kita pastikan lagi, total warga yang mengalami keracunan sebanyak 55 orang. Rinciannya, 53 warga Gerdu, dan dua warga Pablengan," ujarnya.

Veri menyebut, untuk warga yang menjalani perawatan di RSUD Karanganyar, saat ini tinggal berjumlah tujuh orang. Menurutnya, kondisi ketujuh warga tersebut sudah membaik.

"Ini kebetulan saya di RSUD Karanganyar, saat ini tinggal tujuh orang yang dirawat. Kondisinya sudah membaik," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya 55 warga Dusun Puntukringin, Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dugaan sementara, puluhan warga ini mengalami keracunan usai menyantap hidangan takjil yang disediakan di masjid setempat.

Dalam perkembangannya, satu warga dinyatakan meninggal dunia di RSUD Karanganyar. Sementara puluhan warga lain masih menjalani perawatan di Puskesmas Karangpandan dan RSUD Karanganyar.

(rih/sip)