Tambah 9, Kasus Corona dari Klaster Masjid di Bantul Jadi 29 Orang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 09 Mei 2021 13:48 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. (Foto: Agung Mardika/detikcom)

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharja mengatakan bahwa RT yang masuk dalam kategori zona oranye dan merah dilarang melaksanakan salat Id dan halalbihalal. Hal itu merujuk Surat Edaran (SE) Bupati Bantul Nomor 443/01593 tentang Larangan Mudik dan Penegakan Protokol Kesehatan Pada Bulan Ramadan dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Dari PPKM mikro, kalau (RT) masuk zona merah dan oranye dilarang melaksanakan salat Id baik di masjid, lapangan hingga tempat terbuka," ucap Agus saat dihubungi wartawan, Minggu (9/5).

"Termasuk agenda halalbihalal dan kegiatan sejenis juga dilarang kalau ada (RT) yang masuk zona merah dan oranye," ujarnya.

Merujuk data satuan tugas penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul tanggal 8 Mei 2021 pukul 17.00 WIB, ada dua RT di Kalurahan Murtigading yang masuk dalam zona merah. Sementara untuk yang masuk dalam zona oranye ada di lima RT di lima kalurahan yakni, Kalurahan Terong, Muntuk, Triharjo, Srihardono, dan Srigading.

Untuk zona kuning sendiri ada 372 RT yang tersebar di 64 Kalurahan. Sedangkan untuk zona hijau tercatat ada 5.526 RT yang tersebar di 75 Kalurahan. Sehingga total jumlah RT di Kabupaten Bantul ada 5.905.

Halaman

(rih/rih)