Kena Corona Usai Melaut dari India, 13 ABK Dirawat di RSUD Cilacap

Arbi Anugrah - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 13:24 WIB
Cilacap -

Sebanyak 13 dan 20 anak buah kapal (ABK) MV Hilma Bulker yang merapat di Cilacap usai melaut dari India positif virus Corona atau COVID-19. Kini para ABK kapal berbendera Filipina yang positif Corona telah dirawat di RSUD Cilacap, Jawa Tengah.

"Dari 20 total ABK kebangsaan Filipina, setelah kami cek baik antigen atau PCR ditemukan 13 positif, semuanya kita rujuk ke RSUD Cilacap, di sana sudah ditangani dengan baik. Akan tetapi ada satu yang kondisinya kurang stabil. Jadi kemarin kami sempat mencarikan transfusi plasma darah, kalau lihat kondisi saat ini sudah membaik," kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Cilacap Sulistyono kepada wartawan, Jumat (7/5).

Sampel tes dari belasan ABK ini telah dikirim ke Kemenkes RI untuk diteliti. Hal ini mengingat para ABK itu tiba di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap setelah melaut dari India.

"Seluruh sampel dikirim ke Balitbangkes Baltbangkes Kemenkes RI Jakarta untuk pemeriksaan Genome Sguencing untuk mengetahui varian-variannya apa, tapi hasilnya belum keluar. Jadi ini apakah varian baru, nanti kalau keluar akan kami sampaikan," urai dia.

Sulistyono mengungkap tujuh ABK lainnya yang dinyatakan negatif Corona saat ini diisolasi di atas kapal mereka. KKP Cilacap juga melaksanakan tracing terhadap petugasnya yang sempat berkontak langsung dengan para ABK MV Hilma Bulker ini.

"Kesimpulannya orang darat masih free (negatif) semuanya," ujarnya.

"Status kapal dalam karantina sampai semuanya ABK negatif, maka kapal siap aktivitas lagi," lanjut Sulistyono.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil sampel dari Balitbangkes Kemenkes RI terkait sampel para ABK tersebut.

"Iya belum ada hasilnya, belum tahu kapan. Tapi telah mengambil spesimen swab untuk dicek di Balitbangkes Jakarta. Sampai sekarang belum ada hasilnya. Kemungkinan waktunya antara seminggu hingga dua minggu," jelasnya saat dihubungi wartawan hari ini.

(sip/sip)