Terpopuler Sepekan

Petaka Takjil Sianida Salah Sasaran yang Tewaskan Anak Ojol Bantul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 08:50 WIB
Bantul -

Satreskrim Polres Bantul akhirnya membongkar kejahatan Nani Aprilliani Nurjaman (25), pengirim takjil sianida yang menewaskan seorang bocah di Bantul. Nani sebenarnya menargetkan seorang anggota Polresta Yogyakarta, Aiptu Tomy.

"Setelah lidik empat hari berhasil mengerucut kepada seseorang dan pada hari Jumat (30/4) kami berhasil mengamankan NA, seorang pekerja swasta asal Majalengka," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5).

Burkan menyebut tidak ada perlawanan saat Nani ditangkap. Nani ditangkap di rumahnya yang ada di Kalurahan Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Selain menangkap Nani, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti, di antaranya dua unit motor matik, sepasang sandal, uang tunai Rp 30 ribu, kunci motor dan satu buah helm berwarna merah.

"Kemudian ada beberapa plastik kombinasi garis merah berisi 6 tusuk sate dan saus kacang. Kalau uang Rp 30 ribu itu yang dipakai untuk bayar ojolnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Burkan juga mengungkap sianida yang digunakan Nani berwujud padat. Nani mendapatkannya dari membeli secara online.

"Racunnya berupa kalium sianida atau KCN," ucapnya.

Tak hanya itu, sesuai yang disampaikan kepada ayah kor pengemudi ojek online (ojol) Bandiman, takjil sate beracun itu semula hendak dikirimkan kepada Tomy. Polisi pun mengungkap siapa soso Tomy tersebut.

Tomy merupakan warga Perumahan Villa Bukit Asri Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Burkan dalam jumpa pers itu menyebut Tomy sebagai aparatur negara.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro mengakui bahwa sosok Tomy adalah anggotanya. "Betul," tulis Purwadi singkat melalui salah satu aplikasi pesan kepada wartawan, Senin (3/5).

"Biasa saja. Itu kan masalah pribadi. Kecuali terbukti ada yang terkait disiplin, kode etik atau pidana baru kita proses," jelasnya.

Burkan menyebut antara Tomy dan Nani ternyata sempat menjalin hubungan khusus. Hubungan itu, kata Burkan, terjadi sebelum Tomy menikah.

Burkan enggan menjelaskan detail soal sejauh mana hubungan antara Nani dengan Tomy.

Burkan menambahkan, Nani nekat mengirim sate beracun akibat sakit hati pada Tomy yang tidak menikahinya. "Karena ternyata si target (Tomy) menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya," ucapnya.

Akibat kejadian itu, polisi menyebut Nani terancam hukuman mati. Pasalnya, Nani diduga telah merencanakan aksi kejinya tersebut.

"Maka dari itu peristiwa ini tersangka dikenakan pasal 340 (KUHP tentang pembunuhan berencana). Untuk ancaman hukumannya seumur hidup atau hukuman mati dan paling lama penjara 20 tahun," kata Burkan.

Secara rinci, Burkan menjelaskan Nani telah membeli sianida secara online sejak beberapa waktu yang lalu. Terlebih, dia berpenampilan berbeda saat menemui Bandiman untuk meminta tolong mengantarkan takjil sianida tersebut.

"Dari peristiwa ini dapat disimpulkan sudah dirancang beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya, untuk yang pesan KCN (racun sianida) 3 bulan," ucapnya.

"Kemudian dia menggunakan jaket warna krem saat bertemu ojol tapi dibuang tersangka dan ini masih kami cari. Terus dia berganti motor dengan temannya, berjilbab padahal dia tidak pernah pakai jilbab. Karena itu ini sudah direncanakan," imbuhnya.

Rencana Nani berujung tragis ketika makanan yang dikirimnya ke rumah Tomy akhirnya ditolak. Orang yang saat itu berada di rumah Tomy menolak paket takjil sianida itu dengan alasan tak mengenal pengirimnya dan meminta driver ojol, Bandiman, membawa pulang makanan itu untuk berbuka puasa.

Bandiman yang tak curiga membawa sate beracun itu ke rumah dan menyantapnya bersama keluarga. Istri dan anak keduanya, Naba Faiz Prasetya (10) ambruk usai menyantap sate lengkap dengan bumbu dan lontongnya. Nyawa Naba tak tertolong setelah sempat dilarikan ke RSUD Kota Yogyakarta.

Berikutnya terkait info pernikahan siri antara Nani dan Tomy...

Selanjutnya
Halaman
1 2