67 Anjing yang Gagal Diselundupkan karena Pos Penyekatan Dievakuasi

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 14:23 WIB
Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021)
Evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021) (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)

Sementara itu, seekor anjing lainnya menyusul mati setelah dievakuasi. Sehingga total anjing yang masih hidup sebanyak 67 ekor dan semuanya kini telah dievakuasi ke shelter RRDC.

"Hasil pemeriksaan awal di TKP dari pelaku menerangkan bahwa anjing-anjing tersebut dibeli dari daerah Garut, Jawa Barat dan akan dibawa ke Surakarta untuk dijual dagingnya buat makanan dan tongseng daging anjing," kata Jeffry kemarin.

Aksi penyelundupan itu terbongkar saat jajaran Polres Kulon Progo tengah melakukan pemeriksaan kendaraan luar daerah di Posko Pengamanan (Pospam) Temon pada Kamis (6/5) sekitar pukul 01.30 WIB. Seluruh anjing itu kata diketahui tidak dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan. Adapun dua pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Polres Kulon Progo.

Pelaku dinilai melanggar pasal 89 UU No 18/ 2009 sebagaimana diubah dengan UU No 41/ 2016 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Ayat 1 pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang melakukan pelanggaran atas tindakan mengeluarkan dan/atau memasukkan hewan, produk hewan, atau media pembawa penyakit hewan lainnya dari dan ke wilayah Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (5), Pasal 58 ayat (5), dan Pasal 59 ayat (1) dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021)Proses evakuasi puluhan anjing yang gagal diselundupkan gegara pos penyekatan di Kulon Progo, Jumat (7/5/2021) Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom

Selain itu, keduanya juga dinilai melanggar pasal 140 UU No 18/ 2012 tentang Pangan dengan pidana paling lama 2 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 4 miliar.


(ams/rih)