Round-Up

Tepis Ketua RT, Polisi Tomy-Nani Takjil Sianida Kompak Bantah Nikah Siri

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 07:49 WIB
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul
Nani Aprilliani (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)

5. Polisi menggeledah tempat tempat kerja Nani
Polisi masih melacak keberadaan pria berinisial R yang mengajari Nani Aprilliani Nurjaman (25) meracik takjil sianida. Salon tempat kerja Nani juga telah digeledah polisi.

"Kita juga sudah datangi dan menggeledah tempat kerja NA (Nani) dan tidak menemukan benda mencurigakan. Di salonnya juga tidak ada CCTV," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono saat dihubungi wartawan, Kamis (6/5/2021).

"Kami masih mendalami sosok R ini, karena minim informasi. Karena masih dari kesaksian NA (Nani) saja, belum ada saksi lain," lanjut dia.

6. Spekulasi Nani ingin meracuni istri Tomy dibantah polisi
Beredar kabar bahwa takjil sianida kiriman Nani Aprilliani Nurjaman (25) yang menewaskan bocah anak driver ojek online (ojol) di Bantul sebenarnya ditujukan kepada istri Aiptu Tomy. Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menyebut kabar itu ngawur.

"Ngawur itu (kabar takjil sianida kiriman Nani menarget istri Tomy)," kata Wachyu saat dihubungi wartawan, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, semua itu masih berupa kemungkinan. Menurut Wachyu, kemungkinan itu masih harus diperkuat dengan keterangan saksi-saksi untuk membuktikannya. "Itu baru kemungkinan dan masih kita dalami terus keterangan-keterangan saksi," ucap Wachyu.

7. Polisi didesak sebut nama pengacara yang ditunjuk mendampingi Nani
Polres Bantul menyediakan pengacara atau penasihat hukum (PH) untuk mendampingi Nani Aprilliani Nurjaman (25) menjalani proses hukum kasus takjil sianida yang menewaskan bocah di Bantul. Sejauh ini polisi masih enggan menyebut nama pengacara yang ditunjuk.

Ketua Peradi Kabupaten Bantul Jayaputra Arsyad mengaku belum mengetahui siapa inisial A yang menjadi PH dari Nani. Pasalnya tidak ada informasi yang beredar di kalangan Peradi Kabupaten Bantul.

Menyoal etika penyebutan nama PH, Jayaputra menilai seharusnya polisi menjelaskan siapa nama terang dari A. Pasalnya inisial hanya berlaku bagi tersangka kasus kejahatan. "Secara etika harusnya disebutkan. Masak mereka hanya nyebutkan inisial. Kalau tersangka disebutkan inisial ya tidak apa-apa," ujarnya.

Halaman

(mbr/mbr)