Alat Rapid Test Ilegal Terbongkar di Jateng, Ganjar: Hukum Berat Pelakunya!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 16:18 WIB
Barang bukti alat rapid test ilegal yang diungkap Ditkrimsus Polda Jateng
Barang bukti alat rapid test ilegal yang diungkap Ditkrimsus Polda Jateng. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, angkat bicara soal terbongkarnya bisnis alat rapid test antigen ilegal di wilayahnya. Jika memang terbukti, Ganjar meminta pelakunya dihukum berat.

"Kalau ada tindakan tidak benar, sudahlah hukum seberat-beratnya," ujar Ganjar kepada wartawan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Semarang, Kamis (6/5/2021).

Ganjar menilai kualitas alat rapid test ilegal itu perlu dicek lebih dalam.

"Perlu dicek lebih dalam, karena itu problemnya tidak ada izin edar. Mungkin barang berkualitas. Tapi karena tidak ada izin edar, ini kualitasnya beneran nggak ya. Maka diminta pengecekan dan didalami," kata dia.

Polda Jateng sebelumnya telah menjelaskan terkait awal mula terbongkarnya bisnis alat rapid test antigen ilegal ini hingga modus yang dipakai tersangka untuk merayu pembeli. Kasus ini terbongkar usai seorang pasien memprotes hasil rapid test antigennya yang tak akurat kepada pihak klinik. Klinik tersebut kemudian melaporkan temuan ini kepada polisi.

Polda Jateng kemudian melaksanakan undercover buy dan menangkap tersangka yang bertugas sebagai sales berinisial SPM (34). Polisi juga menyita 450 pak barang bukti alat kesehatan ilegal di sebuah rumah di kawasan Kwaron, Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Dari bisnisnya ini, SPM telah mengantongi keuntungan kotor mencapai Rp 2,8 miliar.

Tersangka bisnis alat rapid test antigen ilegal ini dijerat pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana diubah dalam pasal 60 angka 10 UU Cipta Kerja dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda 1,5 miliar. Kemudian untuk UU Perlindungan Konsumen, dia dijerat dengan pasal 62 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Simak Video: 2 Pemalsu Surat Antigen di Cianjur Diciduk, Ada Honorer Dinkes

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)