Pakar UGM Minta Gibran Tak Hanya Berantas Pungli tapi...

Heri Susanto - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 13:49 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berkeliling kawasan pertokoan di Coyudan. Ia mengembalikan uang pungli yang sebelumnya ditarik lurah dan Linmas.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berkeliling kawasan pertokoan di Coyudan. Ia mengembalikan uang pungli yang sebelumnya ditarik lurah dan Linmas. (Foto: Pemkot Solo)
Solo -

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka membuat mencopot Lurah Gajahan Suparno yang diduga terlibat pungli dengan petugas Linmas. Tak hanya itu, Gibran bahkan berkeliling pertokoan Coyudan, Solo, untuk mengembalikan duit hasil pungli tersebut bersama Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo.

Dekan Fakultas Ilmu Sipil dan Politik (Fisipol) UGM Wawan Mas'udi pun meminta Gibran tak hanya fokus memberantas pungli. Wawan juga berpesan agar Gibran melihat kasus ini dari sisi kesejahteraan petugas Linmas.

"Jangan berhenti dengan mengembalikan. Kasihan Linmas, sebagai garda terdepan, harus menjaga keamanan komunitas dan macam-macam. Jangan-jangan insentif atau reward tidak cukup menyejahterakan mereka," saran Wawan, saat dihubungi detikcom, Senin (3/5/2021).

Wawan menyebut sebagai kepala daerah, Gibran seharusnya juga bijak memikirkan anak buahnya. Apalagi, pungli menjelang Lebaran atau hari besar itu sudah menjadi tradisi cukup lama.

"Bisa jadi mereka ini terdesak karena kebutuhan macam-macam lalu melakukan," katanya.

Wawan pun menyarankan agar Gibran segera memperbaiki sistem yang ada, misalnya saja soal penganggaran untuk Linmas. Sebagai garda terdepan, kata Wawan, para petugas Linmas ini juga harus bisa menampilkan pesan dari Pemkot Solo.

"Baik secara kinerja maupun kesejahteraan. Bisa dengan skema anggaran atau yang lain," sarannya.

Wawan mengatakan selama ini Linmas di berbagai daerah selalu mendapatkan stigma. Dari mulai bekerja saat bencana, urusan keamanan saat hajatan warga maupun pemerintah, seringkali Linmas tidak mendapatkan insentif atau pun penghargaan yang sesuai.

"Oleh karena itu, selain memberantas pungli, setelah itu harus ada kebijakan yang bisa menyejahterakan mereka. Apa pun, mereka pasti karena terdesak melakukan itu," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gibran mencopot Lurah Gajahan, Suparno yang diduga terlibat pungutan liar (pungli) bermodus zakat dan sedekah bersama petugas linmas. Usai dicopot, Suparno kini ditugaskan di kantor Kecamatan Pasar Kliwon dan tugasnya sebagai lurah dijalankan Plt.

"Sekarang yang bersangkutan untuk sementara di kantor Kecamatan Pasar Kliwon. Hari ini tadi masih di kelurahan beres-beres saja," kata Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo saat dijumpai di Balai Kota Solo, Senin (3/5).

Suparno yang menjabat Lurah Gajahan itu menandatangani surat edaran permohonan dana zakat dan sedekah hari raya Idul Fitri yang dibuat oleh Linmas Gajahan. Surat tersebut lalu digunakan untuk petugas linmas berkeliling meminta dana seikhlasnya kepada masyarakat.

Gibran menyebut tindakan tersebut dilarang dalam Surat Edaran (SE) Komisi Pemberantasan Korupsi nomor 13 tahun 2021 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Hari Raya. Pada poin 4 tertulis larangan meminta dana dengan mengatasnamakan Tunjangan Hari Raya ataupun sebutan lain.

Dia pun mengembalikan uang dari masyarakat yang sudah diserahkan kepada linmas. Gibran juga meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut, serta meminta masyarakat tidak takut untuk melapor.

Simak video 'Momen Gibran Keliling Pertokoan, Kembalikan Uang Pungli Zakat':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)