Bos Investasi Semut Rangrang Sragen Lolos dari Tuntutan 10 Tahun Bui

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 20:44 WIB
Persidangan kasus tindak pidana penipuan dan TPPU dengan terdakwa bos CV MSB, Sugiyono, di PN Sragen, Selasa (27/4/2021).
Persidangan kasus tindak pidana penipuan dan TPPU dengan terdakwa bos CV MSB, Sugiyono, di PN Sragen, Selasa (27/4/2021). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen -

Bos CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bisnis investasi semut rangrang di Sragen, Sugiyono, divonis lepas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sragen. Meski lepas dari jeratan pidana, Sugiyono disebut masih harus mengembalikan tanggungan sebesar Rp 1,5 triliun milik para mitranya.

Sidang putusan kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Sugiyono ini digelar Selasa (27/4/2021). Majelis hakim yang diketuai Sami Anggraini menyatakan Sugiyono terbukti bersalah, namun hakim menilai perbuatan itu bukan termasuk ranah pidana.

"Memerintahkan terdakwa dilepaskan setelah putusan ini diucapkan," tegas hakim Sami Anggraini di persidangan.

Putusan hakim ini jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntut Sugiyono dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Menanggapi hal itu, JPU Wahyu Saputro masih pikir-pikir.

"Kita tadi nyatakan masih pikir-pikir. Kita baru nunggu (berkas) putusannya, nanti kita pelajari, sebelum tujuh hari kita sudah nyatakan sikap," terangnya.

Wahyu mengatakan, majelis hakim memberikan putusan lepas kepada terdakwa Sugiyono. Menurutnya, ada sedikit perbedaan dalam putusan lepas ini dibandingkan dengan putusan bebas.

"Intinya bahwa putusannya itu lepas. Lepas maksudnya bahwa dakwaan terbukti, tapi bukan tindak pidana," jelasnya.

Lain halnya jika Sugiyono diputus bebas, lanjut Wahyu, hal tersebut menunjukkan jaksa tidak bisa membuktikan dakwaannya. Sedangkan dalam persidangan, jaksa mampu membuktikan dakwaan tindak pidana penipuan dan TPPU.

"Jadi dalam artian perbuatan yang kita dakwakan, jaksa bisa membuktikan. Tapi perbuatannya itu bukan ranahnya pidana, bisa saja ranah perdata atau PTUN," urainya.

Meski dilepaskan dari jeratan pidana, Sugiyono masih memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang mitra.

Sementara itu, penasihat hukum Sugiyono, Pardiman, menyebutkan Sugiyono masih memiliki tanggungan sebesar Rp 1,5 triliun yang berasal dari ribuan mitra yang mengikuti investasi semut rangrang melalui CV MSB.

"Dalam persidangan tadi juga disampaikan kepada Pak Sugiyono, akan siap bertemu dengan para mitranya. Kalau total jumlah tanggungan, sebesar Rp 1,5 triliun dengan jumlah mitra sebanyak 9.323-an," ujar Pardiman.

Rencananya, Sugiyono akan bertemu dengan para mitranya pada tanggal 21 hingga 25 Mei nanti untuk membahas ulang teknis pengembalian uangnya. Pardiman menyebut, Sugiyono optimis mengembalikan uang triliunan rupiah tersebut.

"Akan ada penjadwalan ulang sama rekan-rekan mitra. Dia optimis akan menyelesaikan tanggungan ini, karena Pak Sugiyono masih ada bisnis lain yang bisa dipakai untuk membayar," pungkasnya.

(rih/mbr)