Bahaya Banget! Ada Drone Terlihat di Area Udara Bandara Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 26 Apr 2021 18:08 WIB
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona
Ilustrasi bandara. (Foto: iStock)
Semarang -

Sebuah drone dilaporkan terlihat di area udara Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Peristiwa itu membuat geram komunitas drone karena dinilai membahayakan.

Informasi yang diperoleh detikcom, penampakan drone itu dilihat oleh penerbangan Wings Air IW1806 dari Semarang ke Pangkalan Bun pukul 07.58 WIB, pagi tadi. Hal itu dibenarkan Manajer Operasional AirNav Cabang Semarang, Kelik Widjanarko.

"Ada pesawat melihat drone saat lepas landas dari landas pacu 13," kata Kelik saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (26/4/2021).

"Ya area udara, suatu poin setelah landasan yang tidak bisa sama sekali terlihat oleh pengendali lalu lintas udara," imbuhnya.

Kelik mengatakan pilot melaporkan penampakan drone tersebut dari traffic collision avoidance system (TCAS). Beruntung penerbangan menuju Pangkalan Bun tersebut tidak terganggu.

"Alhamdulillah pesawat aman. Pilot melaporkan dari TCAS, alat pengindera di pesawat untuk pencegahan tabrakan pesawat, terdeteksi adanya objek terbang tidak dikenal pada ketinggian 200 ft /61 meter. Pesawat tetap meneruskan penerbangan ke Pangkalan Bun," jelas Kelik.

Kelik mengatakan pihaknya sudah berusaha menelusuri pemilik drone yang mengganggu penerbangan tersebut, termasuk ke komunitas drone. Namun masih nihil. Adanya drone di area penerbangan bandara komersil ini, kata Kelik, pun membuat geram komunitas drone.

"Sulit mas, area titik terbang saja unknown. Sudah saya telusuri via grup WA komunitas drone, FASI di Semarang menyatakan prihatin dan geram terhadap drone liar tersebut. Dinyatakan anak-anak kom drone tidak ada yang main drone," ujarnya.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan sudah menegaskan larangan menerbangkan drone di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) atau bandara. Pengguna drone akan terancam hukuman denda Rp 1 miliar apabila nekat menerbangkan drone di kawasan bandara.

Dalam Undang-Undang No. 1/2009 tentang Penerbangan Pasal 21 menyebutkan setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

(ams/sip)