Ibu Kru Kapal Selam KRI Nanggala-402 Asal Tegal Yakin Anaknya Selamat

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 18:30 WIB
Ibu Mayor Laut Eko Firmanto, Rosita, yakin putra sulungnya dan kru kapal selam KRI Nanggala-402  selamat
Ibu Mayor Laut Eko Firmanto, Rosita, yakin putra sulungnya dan kru kapal selam KRI Nanggala-402 selamat, Jumat (23/4/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Salah seorang awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang dikabarkan hilang kontak di perairan utara Bali pada Rabu 21 April 2021 diketahui berasal dari Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Keluarga merasa yakin semua awak kapal dalam kondisi selamat.

Salah seorang awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang berasal dari Tegal, Mayor Laut (P) Eko Firmanto. Eko merupakan anak pertama pasangan Rosita (55) dan Rakyan (58).

"Kami sekeluarga yakin Mas Eko dan awak kapal lainnya akan selamat," kata Rosita ditemui di rumahnya, Jumat (23/4/2021).

Keluarga ini tinggal di Desa Kaladawa RT 13/RW 03, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Rosita menyebut putranya itu merupakan perwira menengah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Tahun 2004.

"Sudah sekitar 9 tahun bertugas di kapal selam TNI AL di Surabaya," terangnya.

Rosita mengaku berkontak terakhir dengan anak sulung dari empat bersaudara itu pada Minggu (18/4) lalu. Kala itu, Mayor Eko minta doa karena akan bertugas di perairan lokal.

"Minggu kemarin memberi kabar dan minta doa kalau akan tugas di perairan lokal," ujarnya.

Rosita mengaku tidak ada firasat apapun terkait peristiwa yang menimpa anaknya itu. Informasi hilangnya kapal itu diperolehnya dari kerabatnya yang menyampaikan melalui telepon.

Rosita pun yakni anak sulungnya itu bakal selamat. Terlebih pemerintah sudah bekerja untuk melakukan pencarian.

"Saya dan keluarga juga percaya pemerintah akan melakukan upaya maksimal," ujar Rosita.


Seperti diketahui, kapal selam KRI Nanggala-402 membawa 53 orang yang terdiri atas 49 awak dan 3 spesialis senjata. Kapal selam KRI Nanggala-402 pertama kali berlayar pada 1981.

Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada pukul 04.30 WIB. Komunikasi terakhir dilakukan pukul 04.25 WIB ketika komandan gugus tugas latihan memberikan otoritas kepada KRI Nanggala-402 untuk menembakkan torpedo nomor 8.

KRI Nanggala memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4.600 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot. KRI Nanggala mempunyai sonar dari jenis CSU-3-2 suite.

(ams/rih)