Pilkades di Boyolali, 3 Orang Terpilih Lewat Musyawarah Mufakat

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 21 Apr 2021 17:19 WIB
Ketua panitia memimpin Pilkades Pergantian Antar Waktu Desa Glintang, Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (21/4/2021).
Ketua panitia memimpin Pilkades Pergantian Antar Waktu Desa Glintang, Kecamatan Sambi, Boyolali, Rabu (21/4/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Tiga calon kepala desa di Boyolali terpilih melalui musyawarah mufakat dalam Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW) hari ini. Total ada sembilan desa yang menggelar Pilkades PAW.

"(Pilkades PAW) Sudah selesai aman terkendali. Dari 9 desa yang mengadakan PAW, tiga desa melalui musyawarah mufakat dan 6 desa dengan voting," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, Rabu (21/4/2021).

Tiga desa tersebut yaitu Desa Glintang, Kecamatan Sambi; Desa Pelem, Kecamatan Simo; dan Desa ketoyan, Kecamatan Karanggede.

Ketiga desa itu para calonnya memang merupakan satu keluarga. Desa Glintang, calonnya adalah kakak-adik. Kemudian Desas Ketoyan, calonnya ibu dan anak, sedangkan Desa Pelem calonnya adalah bapak dan anak.

Seperti diberitakan, sebanyak 9 desa di Boyolali menggelar Pilkades PAW hari ini. Yaitu Desa Teter, Desa Wates dan Desa Pelem di Kecamatan Simo. Kemudian Desa Selo, Kecamatan Selo; Desa Lampar, Kecamatan Tamansari; Desa Glintang, Kecamatan Sambi; Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro; Desa Tegalsari, Kecamatan Karanggede dan Desa Pakel, Kecamatan Andong.

Purwanto menjelaskan, Pengganti Antar Waktu itu hanya menyelesaikan sisa masa jabatan kepala desa sebelumnya.

"Mengapa diadakan pengganti antar waktu, karena masa jabatannya masih lebih dari satu tahun, ini perlu diadakan PAW," jelas Purwanto.

Pilkades PAW ini dilaksanakan setelah jabatan kepala desa di 9 desa tersebut kosong. Sementara sisa masa jabatan kepala desa masih 3 tahun ke atas dari 6 tahun masa jabatan kades.

Kosongnya jabatan kades di 9 desa itu karena beberapa sebab. Namun sebagian besar karena kadesnya meninggal dunia, yakni 7 desa. Sedangkan dua desa karena tersangkut masalah hukum.

"Yang bermasalah itu Desa Teter dan Lampar," ungkap Purwanto.

Menurut dia, Kades Teter dan Lampar tersangkut masalah hukum yaitu kasus tindak pidana korupsi dan akhirnya dipecat oleh Pemkab Boyolali.

Pelaksanaan Pilkades PAW ini pun berbeda dengan Pilkades pada umumnya yang dipilih langsung oleh masyarakat setempat. Namun Pilkades PAW dipilih oleh Dewan Pemilih yang beranggota maksimal 100 orang di tiap desa.

Anggota Dewan Pemilih, terang Purwanto, antara lain Ketua RT, RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan petani. Kemudian perwakilan nelayan jika ada, perwakilan perempuan, perwakilan pemuda dan perwakilan kelompok seni.

(rih/ams)