Intip Koleksi Al-Qur'an Bahasa Lokal Berbagai Negara, Ada Cina hingga India

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 04:04 WIB
Mahyudin Al Mudra saat menunjukkan Al-Quran yang dia kumpulkan dari berbagai negara, di Yogytakarta, Senin (19/4/2021).
Mahyudin Al Mudra saat menunjukkan Al-Qur'an yang dia kumpulkan dari berbagai negara, di Yogytakarta, Senin (19/4/2021). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Seorang pria di Yogyakarta bernama Mahyudin Al Mudra memiliki sekitar 20 Al-Qur'an dari berbagai negara di dunia. Mudra berniat mengumpulkan lebih banyak lagi Al-Qur'an karena ingin membangun museum Al-Qur'an di Yogyakarta.

"Dikumpulkan sejak setahun yang lalu, tapi kemarin beberapa bulan sempat terhenti karena konsentrasi untuk pengumpulan dana pembangunan pesantren tahfiz Al-Qur'an," kata Mudra saat ditemui di Balai Melayu, Jalan Gambiran, Kalurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (19/4/2021).

Mudra menjelaskan, Al-Qur'an yang dia koleksi ada yang berbahasa lokal Indonesia dan luar negeri. Di antaranya bahasa Jawa dan Melayu.

"Yang dari Indonesia cukup banyak, lebih dari 20 tapi yang bahasa lokal, dari 20 bahasa lokal yang dicanangkan pemerintah itu kami baru memiliki 3. Itu terdiri dari 2 bahasa Jawa yang diterbitkan oleh Keraton dan yang disusun KH Bisri Mustofa, dan ada juga yang berbahasa lokal lainnya," ujar pria yang juga pembina Yayasan Suluh Melayu Nusantara ini.

"Yang luar negeri ada sekitar 20, termasuk Cina, Jerman, Turki, Campa, Malaysia, bahasa Melayu dan berhuruf Melayu. Huruf Melayu berbeda dengan Hijaiah atau Arab pada umumnya, Arab Melayu ini di Yogya disebut huruf Melayu Jawi atau Arab gundul. Yang kaidah ada khusus, Malaysia bada 2 jenis," imbuh Mudra.

Dia melanjutkan, untuk mendapatkan puluhan Al-Qur'an itu bukanlah hal yang mudah. Bahkan, dia sampai meminta tolong kepada orang-orang yang ada di luar negeri, baik yang dikenal maupun tidak.

"Al-Qur'an ini diperoleh dari negara-negara penerbitnya, dari teman-teman yang ada di sana menghubungi. Terus beberapa dari kami ada ke Kamboja, India hingga Jerman dan sebagainya," katanya.

"Alhamdulillah dengan adanya WhatsApp dan medsos saya bisa memiliki teman banyak dan meminta bantuan. Banyak yang membantu, bahkan saat saya mau ganti uangnya mereka kebanyakan tidak mau," lanjutnya.

Dari puluhan Al-Qur'an itu, dia menyebut paling sulit mendapatkan dari India. Mengingat di India terdapat berbagai jenis bahasa.

"Dari India, karena untuk mendapatkan itu ada beberapa jenis Al-Qur'an dengan bahasa lokal mereka," katanya.

Terkait alasannya mengumpulkan Al-Qur'an dari berbagai negara di dunia, Mudra menyebut ada 2 alasan. Pertama adalah untuk menimbulkan rasa kecintaan kepada kitab suci Al-Qur'an bagi generasi muda maupun masyarakat pada umumnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Tonton juga Video: Daun Lembar Al-Quran Periode Awal Dijual di Rumah Lelang London

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2