Kasus Corona Solo Naik Usai Libur Panjang, Satpol PP Pantau Bukber

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 19 Apr 2021 18:36 WIB
Mural bertema waspada penyebaran virus Corona hiasi jalan di Solo. Lukisan itu dibuat agar para pengguna jalan mematuhi protokol kesehatan guna cegah COVID-19
Ilustrasi mural virus Corona (Foto: Agung Mardika)
Solo -

Kasus baru virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo menunjukkan peningkatan usai libur panjang di awal bulan April. Mengantisipasi peningkatan yang lebih parah, Satpol PP Solo gencar melakukan operasi ke hotel dan rumah makan saat berbuka puasa.

Berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19 Solo, dalam sepekan terakhir penambahan kasus baru Corona mencapai 152 orang. Angka terbanyak terjadi pada 15 April 2021 dengan 57 orang positif.

Padahal sebelumnya, angka penambahan hanya berkisar pada belasan kasus, bahkan di bawah angka 10. Meski begitu, angka ini sudah mengalami banyak penurunan dibandingkan saat Solo mengalami zona merah.

Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan tidak ingin adanya peningkatan kasus lebih besar. Antisipasi dilakukan dengan melakukan operasi di lokasi-lokasi buka bersama.

"Kita identifikasi beberapa hotel dan rumah makan yang melakukan pelanggaran. Empat hari ini kita keluarkan tiga peringatan, salah satunya ke hotel. Rata-rata masih menggunakan sistem prasmanan, padahal dalam aturan kan tidak boleh," kata Arif saat dijumpai di Balai Kota Solo, Senin (19/4/2021).

Dia menegaskan acara buka bersama tidak dilarang. Namun aturan-aturan dan protokol kesehatan tetap harus diperhatikan.

"Bukan dilarang buka bersama itu. Hanya prokesnya tadi, tidak boleh prasmanan, tidak boleh kerumunan, kalau pun boleh prasmanan diambilkan penjaganya," ujar Arif.

Dari pantauan Satpol PP Solo, saat ini justru semakin banyak masyarakat yang abai dengan protokol kesehatan. Arif menduga hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat telah divaksin.

"Mereka menganggap setelah divaksin itu sudah normal, padahal kan prokes itu tetap harus dijaga. Ini tugas semua pihak untuk mensosialisasikan lagi bahwa prokes tetap harus ditegakkan meski sudah divaksin," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, membenarkan adanya peningkatan kasus baru Corona di Solo dalam sepekan terakhir. Dia menduga penyebabnya ialah libur panjang sekaligus masyarakat yang semakin abai protokol kesehatan.

"Kemungkinan (libur panjang) memang berpengaruh. Kemudian protokol kesehatan itu sifatnya mutlak, meskipun sudah divaksin," kata Ning, sapaannya.

Dia mengimbau agar protokol kesehatan dalam kegiatan Ramadhan terus dijaga. Sebab banyak kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan massa.

"Seperti buka bersama, ini kan potensi, tarawih bareng, makanya protokol kesehatan benar-benar diterapkan. Ini tanggung jawab kita semuanya untuk melindungi diri kita sendiri dan melindungi orang lain," pungkasnya.

(ams/rih)