3 Guru Wafat Positif Corona, SMAN 1 Gondang Sragen Lockdown

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 18 Apr 2021 16:22 WIB
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept.
Ilustrasi nakes Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Sragen -

Tiga guru SMA Negeri 1 Gondang, Sragen, Jawa Tengah, meninggal dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Dampaknya, pihak sekolah menutup segala aktivitas di sekolah tersebut alias lockdown selama 14 hari.

"Iya ada tiga guru yang meninggal. Tapi sebenarnya dari sisi waktu (meninggalnya) agak berjarak. Pertama tanggal 6 April, 13 April dan yang terakhir 17 April kemarin," ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah VI, Suratno, saat dihubungi detikcom, Minggu (18/4/2021).

Suratno menyebut, sejak kasus pertama positif COVID-19 ditemukan, pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen telah melakukan tracing terhadap guru dan karyawan yang melakukan kontak erat. Dari belasan orang yang ditemukan kontak erat, total tujuh guru dan karyawan dinyatakan positif Corona.

"Setelah ditemukan kontak eratnya kemudian dilakukan tes, jumlahnya 17 hingga 20 orang. Hasilnya tujuh orang dinyatakan positif. Rinciannya enam orang guru dan satu karyawan," terangnya.

Dari ketujuh orang yang positif tersebut, lanjut Suratno, tiga orang meninggal dunia. Satu orang masih menjalani perawatan, sementara tiga lainnya dinyatakan sembuh.

"Tiga orang meninggal dunia. Tiga orang sudah sembuh, dinyatakan sehat oleh dokter. Sementara satu lagi sudah dipindah dari rumah sakit dirujuk ke tempat karantina di Technopark Sragen. Artinya satu orang ini juga sudah menunjukkan perkembangan yang baik," urainya.

Suratno menerangkan kasus positif Corona di SMA Negeri 1 Gondang ini berawal dari keluarga salah seorang guru. Diduga guru ini kemudian menularkan ke guru dan karyawan yang lain saat melakukan work from office (WFO) di sekolah.

"Berasal dari keluarga, kemudian satu positif ini kemudian menularkan ke yang lain," kata dia.

Suratno menegaskan, SMA Negeri 1 Gondang belum menerapkan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka. Meski begitu, sebagian guru tetap masuk ke sekolah sesuai kebijakan WFH dan WFO dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

"Memang ada kewajiban untuk WFH dan WFO sesuai dengan ketentuan dinas. Kalau dia (guru) mengajar berarti pembelajaran daringnya dilaksanakan dari sekolah sambil WFO," jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan pihak sekolah melakukan lockdown selama 14 hari. Penutupan sekolah ini dilakukan per tanggal 12 April 2020.

"Atas rekomendasi Satgas COVID, sekolah diperintahkan untuk tutup sementara selama 14 hari, terhitung tanggal 12 April. Dalam artian tidak ada layanan administrasi dalam bentuk tatap muka di sekolah," tegasnya.

Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan DKK Sragen untuk melakukan tes rapid antigen kepada seluruh guru dan karyawan di SMA Negeri 1 Gondang. Rangkaian tes ini dilakukan untuk memastikan putusnya mata rantai penyebaran virus di sekolah tersebut.

"Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Satgas COVID, DKK Sragen dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, rencana besok pagi akan kita lakukan rapid test antigen kepada seluruh guru dan karyawan. Untuk memastikan sekolah sudah benar-benar clear," pungkasnya.

Simak juga 'Mohon Doa, Atalia Praratya Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)