Melihat Penulisan Al-Qur'an Batik yang Dikerjakan Para Tunarungu di Solo

Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 15:58 WIB
Solo -

Selama ini batik identik dengan fashion. Namun, di Laweyan, Solo, Jawa Tengah, batik diaplikasikan untuk media belajar Al-Qur'an, seperti yang dilakuka di Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Adalah Mahkota Batik yang mempunyai ide untuk menjadikan batik sebagai media dakwah dan belajar Al-Qur'an.

"Kami awalnya ingin membantu perekonomian mereka karena dampak Corona. Kita ingin menggerakkan disabilitas tunarungu untuk berkarya dan berkreasi salah satunya kita libatkan dalam frame batik Al-Qur'an ini," terang Manager Produksi Mahkota Batik, Muhammad Topan Wicaksono.

Sedikitnya ada dua penyandang tunarungu yang dilibatkan dalam pembuatan Al-Qur'an batik ini. Yakni untuk proses desain dan juga untuk pewarnaan.

"Desainernya cuma dua orang yang satunya untuk proses pewarnaan. Mereka itu orang-orang disabilitas," ucapnya.

Topan menambahkan, pelibatan penyandang tunarungu dalam proses pembuatan batik Al-Qur'an ini bukan hal mudah. Apalagi, mereka sebelumnya juga tidak mempunyai keahlian membatik.

"Sebelumnya mereka tidak mengerti penoletan (pewarnaan) batik. Kemudian kita dampingi bagaimana teknik pewarnaan dan mereka bisa menerapkan di sebidang kain," urainya.

Pembuatan Alquran batik sendiri terinspirasi dari seorang pengunjung yang memberikan Al-Qur'an kecil.

"Pernah ada tamu dari luar kota yang memberikan semacam Al-Qur'an kecil untuk pembelajaran, tapi bertuliskan tipis-tipis," kata Topan.

Penulisan Al-Qur'an batik di SoloPenulisan Al-Qur'an batik di Solo Foto: Ari Purnomo/detikcom

Dari hadiah itu, Topan menambahkan, akhirnya terinspirasi dengan metode belajar Al-Qur'an follow the line. Yaitu pembelajaran bagi yang belum bisa membaca dan menulis Alquran.

"Lalu kita membuat batik Al-Qur'an ini. Selain pembelajaran, kita ingin mengenalkan saja bahwasanya batik tidak hanya untuk model fashion selendang dan lain-lain. Tetapi bisa digunakan sebagai media edukasi dan dakwah," urainya.

Membuat Al-Qur'an batik bagi Mahkota Batik memang bukan hal baru. Sebelumnya, produsen batik di Laweyan itu juga pernah membuat Al-Qur'an batik lengkap 30 juz.

"Proses pembuatan Alquran batik 30 juz itu sudah dimulai sejak 2016 dan selesai 2020. Tapi perlu dikoreksi ada kemungkinan kesalahan tanda bacanya," tuturnya.

(mbr/mbr)