Terpopuler Sepekan

Ustaz FA, Tangkapan Densus Pemilik Nomor Baku Anggota Muhammadiyah

Heri Susanto - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 11:15 WIB
Proses penangkapan FA (dok. Polri)
Foto: Proses penangkapan FA (dok. Polri)
Yogyakarta -

Seorang penceramah di Kota Yogyakarta, FA, ditangkap Densus 88 Antiteror di bandara saat baru tiba dari Turki. Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta mengakui FA memiliki nomor baku anggota Muhammadiyah, namun disebut bukan kader yang aktif.

FA ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/4). Sehari kemudian, rumahnya di RT 28, RW 06, Kelurahan Suryowijayan, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta, digeledah Densus.

Warga sekitar tempat tinggal FA, terkejit. Pasalnya selama ini FA dikenal sebagai penceramah yang selalu memberikan materi ceramah yang sejuk dan antikekerasan. Bahkan kemudian berkembang kabar bahwa FA bukan pengikut kelompok pendukung kekerasan, bahkan dia aktif di Muhammadiyah.

Mabes Polri segera membuat pernyataan bahwa penceramah tersebut bukan anggota Muhammadiyah. Namun kemudian Ketua PDM Kota Yogyakarta Akhid Widi Rakhmanto mengatakan bahwa FA memang punya nomor baku Muhammadiyah.

"Punya nomor baku (keanggotaan) dan maaf tidak aktif (di organisasi)," kata Akhid kepada detikcom, Senin (12/4).

Meskipun disebut bukan sebagai anggota aktif, Muhammadiyah pun tak tinggal diam. Sebagai wujud menghormati prinsip praduga tak bersalah, PDM Kota Yogyakarta memberikan fasilitas advokasi kepada keluarga Ustaz FA.

"Sesuai arahan tidak bisa menggunakan MHH (Majelis Hukum dan HAM). Kami hanya memberikan fasilitasi saja kepada keluarga," ujarnya.

Akhid menjelaskan fasilitasi tersebut diberikan agar hak-hak dari keluarga terduga bisa terpenuhi saat pemeriksaan Densus 88 Antiteror. "Kami ambilkan beberapa personel dari MHH yang bersedia untuk memberikan advokasi. Jadi, sifatnya umum seperti fasilitasi advokasi terhadap yang lain," katanya.

Ia mengatakan fasilitasi advokasi ini sering mereka berikan kepada masyarakat umum. Bukan hanya warga Muhammadiyah saja. Tapi, siapa pun bisa mendapatkan fasilitasi advokasi dari MHH.

"Karena memang personel MHH ini berasal dari beberapa lembaga bantuan hukum. Mereka bisa beracara," jelasnya.

Simak juga Video: Gegara Medsos, Buron Teroris Saiful Basri Menyerahkan Diri

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)