Modus Peredaran Rokok Ilegal, Kemasan Ditulis 'Not For Sale'

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 19:07 WIB
Sebuah mobil mengangkut rokok ilegal diamankan Bea Cukai Kudus.
Mobil bawa rokok ilegal diamankan Bea Cukai Kudus. (Foto: Dok. Bea Cukai Kudus)
Kudus -

Ratusan ribu batang rokok ilegal senilai Rp 326,47 juta disita Bea Cukai Kudus. Modus pelaku yang digunakan yakni menyamarkan rokok ilegal sebagai sampel dan ditulisi Not For Sale.

"Modus yang dilakukan sopir berinisial N (62) adalah menyamarkan rokok ilegal yang siap edar dengan tulisan 'Not For Sale' (tidak untuk dijual) sebagai rokok sampel. Perlu diketahui semua rokok yang siap edar di Indonesia wajib dilunasi dengan cara dilekati pita cukai, sehingga tidak terdapat istilah rokok sampel," terang Kepala Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Gatot mengatakan penindakan tersebut dilakukan pada Kamis (15/4) malam. Penindakan dilakukan terhadap minibus yang mengangkut rokok ilegal dari wilayah Kabupaten Jepara.

"Penindakan minibus yang sedang berada di Jalan Raya Kudus-Semarang turut Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Kamis (15/4). Diketahui minibus berasal dari arah Kabupaten Jepara," kata Gatot.

Dalam penindakan itu ada sebanyak 336 batang rokok ilegal sigaret kretek tangan (SKT) dan 320 ribu batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) disita Bea Cukai Kudus. Perkirakan nilai barang mencapai Rp 326,47 juta.

"Jenis SKT sebanyak 336 batang dan SKM sebanyak 320 ribu batang. Rokok ilegal ditemukan tanpa dilekati pita cukai," ungkapnya.

"Perkiraan nilai barang mencapai Rp 326,47 juta dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 214,55 juta," lanjut Gatot.

Gatot mengatakan kini barang bukti dan sopir N diamankan Bea Cukai Kudus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, terperiksa terancam UU No 11 tahun 1995, sebagaimana telah diubah dengan UU No 39 tahun 2007 tentang cukai. Terperiksa dapat dipidanakan paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun.

"Atas penindakan yang dilakukan seluruh barang bukti berupa minibus, rokok ilegal dan N dibawa ke kantor Bea Cukai. Selanjutnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Gatot.

Sementara itu, Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetya Rini, menambahkan bahwa N merupakan sopir minibus tersebut. Rencananya rokok ilegal itu akan dikirim ke Semarang. Sedangkan untuk produsen rokok ilegal belum diketahui identitasnya.

"N ini merupakan seorang sopir. Kendaraan minibus (bermuatan rokok ilegal) akan dikirim ke Semarang. Produsen atau pemilik tidak diketahui, karena
sopir diberikan mobil di SPBU. Tidak diketahui pemiliknya. Selanjutnya dilakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Rini saat dihubungi terpisah.

(rih/ams)