ADVERTISEMENT

Wakapolsek di Klaten Dicopot Usai Digerebek Bersama Istri Orang

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 17:14 WIB
ilustrasi laptop
Ilustrasi. (Foto: thinkstock)
Klaten -

Seorang wakil kepala kepolisian sektor (Wakapolsek) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah digerebek warga saat berada di rumah seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MT di Desa Jetis, Kecamatan Juwiring. Akibatnya, Iptu SGY dinonaktifkan dari jabatannya.

"Iya yang bersangkutan (Iptu SGY) sudah kita nonaktifkan dari jabatannya. Ini sedang terus kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ungkap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu pada detikcom, Jumat (16/4/2021).

Menurut Edy Suranta, divisi propam masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Sejauh ini semua keterangan masih didalami.

"Kita masih terus periksa, keterangan masih kita dalami. Nanti hasilnya seperti apa yang jelas sudah kita nonaktifkan," sambung Edy Suranta.

Dari informasi awal yang diterimanya, sambung Edy Suranta, yang bersangkutan digerebek warga pada Sabtu (10/4) malam. Namun apakah benar seperti itu, masih terus didalami.

"Informasi seperti itu (digerebek warga) yang kita terima. Tetapi ini masih kita dalami ya," sambung Edy Suranta.

Atas kejadian itu, kata Edy Suranta, pemeriksaan masih dilakukan tetapi jika benar terjadi sangat disayangkan. Perbuatan perwira tersebut dinilai tidak baik.

"Ini kan masih kita periksa. Ya perbuatan semacam itu tidak baiklah jika benar terjadi," pungkas Edy Suranta.

Terpisah, Kades Jetis, Kecamatan Juwiring, Slamet Witoyo mengaku tidak tahu ada kejadian itu. Bahkan kronologi kejadian itu dirinya juga tidak tahu.

"Masalah itu saya jangan dilibatkan, saya tidak tahu sama sekali. Saya dengar itu (digerebek warga) tapi saya tidak tahu kronologi seperti apa, yang tahu itu RT/RW-nya," jelas Slamet saat dihubungi detikcom.

Berikutnya cerita Ketua RT soal penggerebekan tersebut...

Ketua RT setempat HS, pada wartawan, mengatakan saat mendapat laporan dari warga Sabtu (10/4) malam, dia tidak langsung bertindak.

"Saya tanya warga posisinya gimana. Itu keluarga ada apa tidak, ternyata suami dan anak tidak ada, pintu tertutup dan lain-lain," kata HS di rumahnya Kamis (15/4).

Sekitar pukul 21.00 WIB, jelas HS, dirinya mengecek ke lokasi. Setelah mengetuk pintu, ibu pemilik rumah keluar tetapi tidak mengakui ada tamu.

"Anaknya dihubungi tidak bisa, dihubungi warga tidak bisa dan warga sudah berkumpul banyak lalu sebelah rumah kan ada kerabatnya yang juga perangkat desa saya minta mengecek. Cek, cek ternyata itu (wakapolsek) ada di lantai dua, di kamar," terang HS.

(sip/ams)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT