Muhammadiyah Pilih Hati-hati Bicara Soal Kans Abdul Mu'ti dalam Isu Reshuffle

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 11:47 WIB
Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu 923/1/2019).
Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta (Foto: dok detikcom)
Yogyakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah memilih berhati-hati menyikapi isu pengangkatan Sekretaris Umum (Sekum) Abdul Mu'ti menggantikan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Riset. Berikut ini tanggapannya PP Muhammadiyah.

"Waduh, kalau itu (isu pengangkatan Abdul Mu'ti) harus hati-hati," kata Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman saat dihubungi wartawan, Kamis (15/4/2021).

Agung mengaku belum ada instruksi apa pun dari PP Muhammadiyah terkait kabar tersebut. Apalagi, hal itu disebut masih sebatas isu.

Dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pengurus PP Muhammadiyah yang lain.

"Nanti ya," katanya.

Nama Abdul Mu'ti kembali menguat setelah adanya rencana reshuffle kabinet Indonesia Maju jilid kedua. Namanya disebut-sebut sangat tepat untuk mengisi jabatan Menteri Pendidikan yang digabung dengan Riset dan Teknologi.

Dalam wawancara terpisah sebelumnya, Abdul Mu'ti mengaku tidak tahu dengan kabar tersebut selain dari pemberitaan media.

"Menteri itu hak prerogatif Pak Presiden. Saya tidak mau berandai-andai," kata Abdul Mu'ti kepada detikcom, Rabu (14/4).

Bukan pertama kali ini saja Abdul Mu'ti masuk dalam pusaran isu reshuffle kabinet. Dirangkum detikcom, Kamis (15/4), Abdul Mu'ti kala itu hampir menjadi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud). Kala itu, sempat beredar daftar wakil menteri yang bakal dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Abdul Mu'ti masuk daftar tersebut.

Dalam pelantikan pada 23 Desember 2020, Abdul Mu'ti tak terlihat hadir. Saat dimintai konfirmasi detikcom, Abdul Mu'ti menyatakan tidak bergabung di kabinet. "Tidak. Saya tidak bergabung di kabinet," kata Mu'ti saat itu.

Lewat Twitter, Mu'ti menceritakan awal mula dirinya dihubungi untuk menjabat Wamendikbud. Mu'ti awalnya menyanggupi amanah yang diberikan, namun dia berubah pikiran.

"Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik," kata Abdul Mu'ti waktu itu.

Simak Video: Ngabalin Yakin Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi!

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)